Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sapi Inseminasi Atau Hasil Kawin Suntik Dilelang, Hasilnya Masuk PAD Sukoharjo

Iwan Kawul • Kamis, 11 Juni 2026 | 17:31 WIB
Lelang sapi hasil inseminasi atau kawin suntik di UPTD Pembibitan Ternak yang dikelola Distankan Sukoharjo, Kamis (11/6). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Lelang sapi hasil inseminasi atau kawin suntik di UPTD Pembibitan Ternak yang dikelola Distankan Sukoharjo, Kamis (11/6). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo terus mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Strategi paling gres, yakni lelang ternak milik pemerintah yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak, Kamis (11/6).

Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, ada enam ekor sapi hasil inseminasi buatan (kawin suntik) yang dilelang.

Sapi-sapi itu dipelihara UPTD Pembibitan Ternak. Seluruh hasil penjualan nantinya disetorkan ke kas daerah sebagai PAD.

Baca Juga: Kebut Pencocokan Terbatas Data Pemilih Domisili Luar Negeri, KPU Sukoharjo Terjunkan 12 Tim

“Hari ini kami melelang enam ekor sapi milik pemerintah yang dikelola UPTD Pembibitan Ternak. Sistemnya lelang terbuka dengan penawaran tertutup,” jelas Bagas.

Bagas menambahkan, keenam ekor sapi tersebut hasil inseminasi buatan oleh petugas distankan terhadap sapi indukan milik pemkab.

Hasil pengembangbiakan tersebut, lahir sapi jantan yang dipersiapkan jadi bibit pejantan.

Baca Juga: Pendaftar SPMB SMP Negeri di Sukoharjo Tembus 8.130

Menurut Bagas, seluruh ternak yang dilelang masih berusia di bawah satu tahun. Sehingga masih bisa dikembangbiakkan lagi oleh masyarakat.

Proses lelang dibuka secara luas, sehingga masyarakat berkesempatan memperoleh bibit sapi unggul.

“Ini hasil dari inseminasi buatan petugas kami. Karena hasilnya jantan dan masih berumur di bawah satu tahun, maka dijual sebagai ternak bibit pejantan. Lelang terbuka untuk masyarakat," bebernya.

Diakui Bagas, program ini jadi angin segar di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Distankan mengoptimalkan berbagai aset dan potensi yang ada, agar bisa berkontribusi bagi PAD.

“Kami terus berupaya agar aset dan potensi di dinas pertanian bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Ini salah satu upaya kami untuk ikut memperkuat kemampuan fiskal daerah,” ujarnya.

Baca Juga: BBM Pertamax Naik, Antrean Di SPBU Jombor Sukoharjo Mengular Ratusan Meter

Sementara itu, lelang dilakukan transparan dengan melibatkan tim dari distankan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo.

Melalui mekanisme itu, seluruh prosesnya bisa dipertanggungjawabkan.

“Lelang ini dilaksanakan bersama tim dari BPKPAD. Seluruh hasil lelang nantinya disetorkan ke kas daerah dan menjadi PAD,” beber Bagas. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#sapi inseminasi #sapi kawin suntik #pad #sukoharjo #pendapatan asli daerah