RADARSOLO.COM – Fenomena menarik terlihat dari data kependudukan Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan data Semester II Tahun 2025, hampir separuh penduduk Kota Makmur ternyata masih berstatus belum kawin alias lajang.
Dari total 918.610 jiwa penduduk Sukoharjo, sebanyak 392.788 orang atau 42,76 persen tercatat belum memiliki pasangan sah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo Budi Susetyo mengatakan, data tersebut merupakan gambaran kondisi administrasi kependudukan yang tercatat hingga Semester II Tahun 2025.
Baca Juga: Sapi Inseminasi Atau Hasil Kawin Suntik Dilelang, Hasilnya Masuk PAD Sukoharjo
"Jumlah penduduk Kabupaten Sukoharjo sebanyak 918.610 jiwa. Dari jumlah tersebut, 392.788 orang atau sekira 42,76 persen masih berstatus belum kawin," ujarnya.
Menariknya, jumlah pria yang masih sendiri ternyata lebih banyak dibandingkan perempuan.
Dari total warga lajang tersebut, sebanyak 214.461 orang merupakan laki-laki, sedangkan 178.327 lainnya perempuan.
Baca Juga: Kebut Pencocokan Terbatas Data Pemilih Domisili Luar Negeri, KPU Sukoharjo Terjunkan 12 Tim
Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 36 ribu orang lebih banyak pria yang masih berstatus belum menikah.
Jika ditilik berdasarkan wilayah, Kecamatan Grogol menjadi "kantong jomblo" terbesar di Kabupaten Sukoharjo.
Tercatat ada 53.984 warga yang masih berstatus belum kawin atau sekira 13,74 persen dari seluruh penduduk lajang di Sukoharjo.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Kartasura dengan 49.733 orang lajang. Selanjutnya Kecamatan Sukoharjo sebanyak 43.616 orang dan Kecamatan Mojolaban dengan 39.631 orang.
Sebaliknya, Kecamatan Bulu menjadi wilayah dengan jumlah penduduk lajang paling sedikit, yakni 15.196 orang. Kemudian Kecamatan Gatak sebanyak 23.458 orang dan Kecamatan Baki 31.650 orang.
Meski jumlah warga yang masih sendiri sangat besar, kelompok penduduk yang telah menikah masih menjadi mayoritas. Sebanyak 448.439 orang atau 48,82 persen dari total penduduk tercatat telah berstatus kawin.
Staf Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Disporapar Sukoharjo Agus Widanarko menilai, tingginya jumlah penduduk lajang tidak semata-mata menunjukkan banyaknya orang yang menunda menikah.
Baca Juga: Pendaftar SPMB SMP Negeri di Sukoharjo Tembus 8.130
Menurutnya, faktor usia produktif yang besar, pendidikan, karier, hingga kesiapan ekonomi turut memengaruhi fenomena tersebut.
"Jumlah hampir 393 ribu jiwa ini merupakan segmen demografi yang sangat besar. Selain berpengaruh terhadap dinamika sosial, populasi ini juga menjadi potensi pasar yang menjanjikan bagi berbagai sektor, mulai pendidikan, dunia kerja, perumahan, hingga industri gaya hidup dan ekonomi kreatif," kata Agus.
Dia menambahkan, data tersebut menunjukkan wajah demografi Sukoharjo saat ini didominasi masyarakat usia produktif. Sebagian besar masih berada pada fase membangun karier, mengembangkan usaha, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga.
"Ini menjadi peluang bagi sektor ekonomi kreatif dan berbagai industri yang menyasar generasi muda. Jumlahnya sangat besar dan menjadi kekuatan demografi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya. (kwl/nik)
Editor : fery ardi susanto