Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Sukoharjo, Janjikan Bangunan Selesai Tepat Waktu

Iwan Kawul • Senin, 15 Juni 2026 | 10:02 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat sidak proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 Kabupaten Sukoharjo di Kecamatan Bendosari, Minggu (14/6). (Iwan Kawul/Radar Solo)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat sidak proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 Kabupaten Sukoharjo di Kecamatan Bendosari, Minggu (14/6). (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sidak proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 Kabupaten Sukoharjo, Minggu (14/6).

Melihat kedatangan menteri, para pekerja proyek sangat antusias.

Mereka berjanji akan maksimal menuntaskan pembangunan agar sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Saat meninjau lokasi, Dody memastikan progres pembangunan tetap berada di jalur yang direncanakan.

Baca Juga: Hendak Disidang, Eks Dirut Percada Sukoharjo Juga Terdakwa Kasus Korupsi Meninggal Dunia

Proyek yang sempat tersendat selama dua bulan akibat penolakan warga terkait kerusakan jalan desa itu, kini telah masuk kategori zona hijau atau sesuai target.

"Hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu menemui kendala serupa. Jalan desa atau kabupaten biasanya memang tidak dirancang untuk dilewati alat berat. Karena itu kontraktor harus melakukan upaya ekstra, termasuk memperbaiki akses yang digunakan," ujar Dody.

Menurutnya, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain. Di Brebes misalnya, pelaksana proyek bahkan harus membangun jembatan bailey sementara agar distribusi material tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Cekcok Picu Tingginya Kasus Perceraian Di Sukoharjo

Secara nasional, progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai rata-rata 78 persen.

Pemerintah menargetkan pekerjaan struktural selesai pada 20 Juni 2026 sehingga gedung SD, SMP, dan SMA dapat difungsikan pada awal tahun ajaran baru Juli mendatang.

"Kita tetap optimistis. Minimum gedung SD, SMP, dan SMA bisa selesai lebih dahulu sehingga adik-adik sudah bisa masuk sekolah baru pada Juli nanti. Kalau belum 100 persen, yang penting sudah fungsional," tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Dody memiliki cara tersendiri untuk memeriksa kualitas proyek. Ia justru memilih mengecek bagian belakang bangunan untuk melihat secara langsung titik-titik yang masih menjadi kendala.

"Kalau di depan tidak kelihatan. Saya biasanya melihat bagian paling akhir untuk mengetahui masalahnya ada di mana," katanya.

Momen menarik terjadi ketika Dody menyusuri area belakang proyek. Sejumlah pekerja yang tengah menyelesaikan pemasangan atap meminta berfoto bersama.

Di sela-sela itu, mereka serempak menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

"Kami selesaikan pekerjaan sesuai target," ucap para pekerja.

Mendengar hal itu, Menteri Dody langsung mengacungkan jempol dan menyampaikan terima kasih kepada para pekerja yang masih berjibaku hingga malam hari.

Baca Juga: Gerah Maraknya Peredaran Narkoba Di Kartasura, Warga Gumpang Kompak Tempel Stiker

Dody menjelaskan, tantangan pembangunan Sekolah Rakyat di Pulau Jawa saat ini lebih banyak berada pada tahap arsitektural dan penyelesaian akhir yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Sementara di luar Jawa, kendala utama justru terletak pada distribusi logistik menuju lokasi proyek.

Ia menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

Sekolah berkonsep asrama tersebut diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera dan seluruh fasilitas disediakan secara gratis.

"Sesuai arahan Pak Presiden, cara paling mudah memutus kemiskinan ekstrem adalah dengan menyekolahkan putra-putri mereka. Semuanya gratis, mulai asrama, seragam, alat tulis hingga laptop," paparnya.

Sementara itu, Project Manager Sekolah Rakyat 2 Kabupaten Sukoharjo Mochammad Safirul Kamil mengungkapkan, hingga 14 Juni progres fisik pembangunan telah mencapai 82,46 persen.

Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat dirampungkan pada 20 Juni dan siap difungsikan mulai 1 Juli.

Baca Juga: Terdakwa Korupsi Percada Sukoharjo Meninggal, Bagaimana Nasib Pengembalian Kerugian Negara Rp10,6 Miliar?

"Kami masih optimistis tanggal 20 Juni selesai dan pada 1 Juli sudah fungsional sehingga kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai," ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, sebanyak 800 pekerja dikerahkan, terdiri atas 300 tenaga kerja lokal dan 500 pekerja nonlokal. Mereka bekerja dalam tiga sif setiap hari, mulai pagi hingga pergantian hari pada pukul 00.00.

"Seluruh tenaga kerja kami bagi dalam tiga sif agar penyelesaian proyek bisa berjalan maksimal sesuai target yang telah ditentukan," tandas Safirul. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#proyek sekolah rakyat sukoharjo #sukoharjo #Menteri PU Dody Hanggodo #Sekolah Rakyat