Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Puluhan Calon Murid Sekolah Rakyat 12 Sukoharjo Terlempar, Diakomodasi Ke Sekolah Reguler Jalur Afirmasi

Iwan Kawul • Senin, 15 Juni 2026 | 16:02 WIB
Proyek Sekolah Rakyat 12 Sukoharjo di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Minggu malam (14/6). (Iwan Kawul/Radar Solo)
Proyek Sekolah Rakyat 12 Sukoharjo di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Minggu malam (14/6). (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Tahapan seleksi calon murid baru Sekolah Rakyat (SR) 12 Sukoharjo tahun ajaran 2026/2027 sudah kelar, Kamis (11/6).

Kecuali SD, kuota jenjang SMP dan SMA sudah komplet. Bahkan puluhan pendaftar terpaksa terlempar karena kehabisan kuota.

Sebagai catatan, seleksi digelar melalui Desk Penetapan Calon Peserta Didik SR.

Tahapan ini melibatkan Dirjen Perlindungan Sosial Non-Kebencanaan Kementerian Sosial RI, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Solo, SRMA 17 Solo, dan SRD 2 Solo. 

Baca Juga: Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Sukoharjo, Janjikan Bangunan Selesai Tepat Waktu

Seleksi juga melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sukoharjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Tim Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), serta petugas penjangkauan.

Hasilnya, seleksi menjaring 23 calon murid SD, 102 calon murid SMP, dan 114 calon murid SMA.

Karena kuota tiap jenjang 90 murid, puluhan calon murid terpaksa terlempar. Rinciannya 12 calon murid SMP dan 24 calon murid SMA.

Baca Juga: Hendak Disidang, Eks Dirut Percada Sukoharjo Juga Terdakwa Kasus Korupsi Meninggal Dunia

“Calon murid Sekolah Rakyat untuk SMP dan SMA sudah memenuhi kuota, masing-masing 90 anak. Sementara untuk SD belum memenuhi kuota, karena baru ada 23 calon murid. Terdiri dari 22 anak dari Sukoharjo dan satu anak kiriman dari Klaten,” jelas Kepala Dinsos Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (15/6).

Bagi calon murid yang terlempar dari persaingan, tidak perlu waswas.

Dinsos sudah berkoordinasi dengan disdikbud dan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Jateng, agar mereka tetap memperoleh layanan pendidikan melalui jalur afirmasi.

“Ini dipilih dari calon siswa yang memungkinkan mendapatkan layanan pendidikan reguler,” imbuh Yunia. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#penjaringan murid sekolah rakyat #sekolah rakyat 12 sukoharjo #sukoharjo #Sekolah Rakyat