Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ruas Baki-Tanjunganom Dicor Beton, Berlakukan Buka-Tutup Arus Di Simpang Dlopo

Iwan Kawul • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:45 WIB
Buka-tutup arus lalin di simpanf Dlopo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, dampak pengecoran Jalan Baki-Tanjunganom. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Buka-tutup arus lalin di simpanf Dlopo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, dampak pengecoran Jalan Baki-Tanjunganom. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Rekayasa arus lalu lintas di kawasan simpang Dlopo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo diberlakukan secara situasional.

Menyusul adanya pengecoran jalan di ruas Baki-Tanjunganom. 

Pengaturan dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, sekaligus meminimalkan potensi kemacetan di sekitar proyek.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro saat dikonfirmasi pada Jumat (19/6) mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan bersama Satlantas Polres Sukoharjo dengan menyesuaikan kondisi kepadatan kendaraan di lapangan.

Baca Juga: Harga Gabah Di Sukoharjo Masih Di Atas HPP, Tembus Rp 7.800

“Karena ada pekerjaan jalan di Simpang Dlopo, maka dilakukan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengguna jalan kami minta untuk selalu memperhatikan rambu-rambu sementara serta mengikuti arahan petugas yang berjaga di lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan pengaturan yang diterapkan, ruas Jalan Baki-Tanjunganom tetap dapat dilalui dua arah dengan sistem buka tutup. Sementara di Simpang Tiga SPBU Dlopo tidak diperbolehkan kendaraan melakukan crossing atau melintas lurus, kecuali untuk kendaraan ambulans.

Selain itu, arus kendaraan dari arah timur atau kawasan Solobaru menuju Jalan Dlopo diberlakukan satu arah ke barat. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengurangi konflik pergerakan kendaraan di titik pertemuan beberapa ruas jalan yang selama ini menjadi jalur padat.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Demo Di Bundaran Kartasura, Ancam Aksi Besar-Besaran Jika Aspirasi Tak Ditanggapi

Toni menjelaskan, rekayasa arus kendaraan bersifat dinamis dan dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat agar bersabar selama proses pekerjaan jalan berlangsung.

“Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat menjaga jarak aman antar kendaraan, tidak memaksakan diri saat terjadi antrean, dan apabila memungkinkan dapat memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di sekitar area proyek,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan rekayasa lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan pengguna jalan dalam mematuhi aturan yang berlaku.

“Keselamatan dan kelancaran lalu lintas menjadi prioritas. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar meskipun ada pekerjaan jalan di Simpang Dlopo,” tandasnya. 

Terkait peningkatan ruas jalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sukoharjo terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Salah satu proyek yang saat ini tengah dikerjakan adalah peningkatan Jalan Tanjunganom-Daleman dengan nilai kontrak mencapai Rp 17.666.777.305.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sukoharjo, Bowo Sutopo, mengatakan pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan sejak 30 April 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 225 hari kalender.

"Proyek peningkatan Jalan Tanjunganom-Daleman ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan akses mobilitas yang lebih mantap, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Dengan struktur jalan yang lebih kuat, diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi maupun kegiatan sehari-hari warga," ujar Bowo Sutopo, Jumat (12/6).

Baca Juga: Jamaah Haji Asal Sukoharjo Dipulangkan Bertahap, Dilarang Simpan Air Zamzam Di Koper Besar

Ia menjelaskan, peningkatan ruas jalan tersebut bertujuan memperkuat struktur fondasi jalan agar mampu menahan beban kendaraan dengan lebih baik, sekaligus menghilangkan titik-titik kerusakan yang selama ini mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas serta memperlancar distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pekerjaan peningkatan jalan dilakukan pada tiga segmen. Segmen pertama berada di wilayah Tanjunganom dengan panjang 1.130 meter. Segmen kedua berada di Simpang Kadilangu sepanjang 510 meter. Sedangkan segmen ketiga berada di wilayah Daleman dengan panjang mencapai 1.866 meter.

Bowo mengakui proses pengerjaan proyek akan berdampak pada aktivitas pengguna jalan selama beberapa bulan ke depan. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk turut mendukung pelaksanaan pembangunan dengan tetap mengutamakan keselamatan saat melintas di lokasi pekerjaan.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk bersabar, mengurangi kecepatan saat mendekati area proyek, serta mematuhi arahan petugas dan rambu-rambu yang telah dipasang. Dukungan dan pengertian masyarakat sangat diperlukan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu," katanya.

Dengan selesainya proyek tersebut nantinya, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap akses transportasi di kawasan Tanjunganom hingga Daleman menjadi semakin baik, sehingga mampu mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Simpang dlopo #Pengecoran jalan #Rekayasa Lalin #sukoharjo