Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sekolah Unggulan Di Sukoharjo Panen Kritikan Dari DPRD, Disdikbud Janji Evaluasi

Iwan Kawul • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:01 WIB
Launching program Sekolah Unggulan di SDN 1 Grogol, Sukoharjo, 26
Launching program Sekolah Unggulan di SDN 1 Grogol, Sukoharjo, 25 Mei 2026. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO) 

RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekolah unggulan, menyusul berbagai masukan yang disampaikan Komisi IV DPRD Sukoharjo usai inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Telukan 1, Kecamatan Grogol, Rabu (17/6).

Sekolah yang diresmikan Bupati Sukoharjo sebagai sekolah unggulan pada 25 Mei 2026 tersebut menjadi perhatian legislatig, karena dinilai masih memerlukan pematangan konsep dan implementasi agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menyampaikan apresiasi atas perhatian, pengawasan, dan masukan yang diberikan DPRD terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan.

Menurutnya, Pemkab Sukoharjo memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inklusif, dan merata bagi seluruh peserta didik.

Baca Juga: Sulap Tepian Sungai Bengawan Solo Jadi Lahan Pertanian Terparu, BUMDes Maju Makmur Sukoharjo Panen Raya Jagung

"Terkait penyebutan SD Negeri Telukan 1 sebagai sekolah unggulan, semangat utama yang ingin dibangun adalah menjadikan sekolah tersebut sebagai salah satu model pengembangan dan implementasi program-program unggulan pendidikan yang nantinya dapat direplikasi dan dikembangkan pada sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Sukoharjo," ujar Havid, Kamis (18/6).

Havid mengatakan, Disdikbud memahami adanya berbagai pandangan mengenai penggunaan istilah sekolah unggulan. Karena itu, seluruh masukan dari Komisi IV DPRD akan dijadikan bahan evaluasi dan penyempurnaan.

"Masukan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sukoharjo akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam pelaksanaan program ke depan, baik dari aspek nomenklatur, indikator keberhasilan maupun strategi implementasinya agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat," katanya.

Baca Juga: Ruas Baki-Tanjunganom Dicor Beton, Berlakukan Buka-Tutup Arus Di Simpang Dlopo

Menurut Havid, sekolah unggul tidak hanya dilihat dari prestasi akademik. Pembentukan karakter peserta didik, pengembangan bakat dan minat, penguatan literasi dan numerasi, penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa hingga terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman juga menjadi indikator penting.

"Kami meyakini sekolah unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga keberhasilan membangun karakter peserta didik, mengembangkan bakat dan minat, meningkatkan literasi dan numerasi, penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berbudaya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukoharjo Danur Sri Wardhana menegaskan bahwa program unggulan bidang pendidikan semestinya tidak hanya diterapkan pada satu sekolah tertentu, tetapi menjadi kebijakan yang dapat dirasakan seluruh sekolah di Kabupaten Sukoharjo.

"Program unggulan itu seharusnya ada di seluruh Kabupaten Sukoharjo. Tetapi sekolah juga harus berbenah. Visi-misinya seperti apa, targetnya seperti apa, tenaga pendidiknya mampu atau tidak, profesional atau tidak," ujarnya saat sidak, Rabu (17/6).

Danur menilai konsep sekolah unggul tidak bisa hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Menurutnya, sekolah harus mampu membentuk karakter dan moral peserta didik sekaligus memfasilitasi pengembangan bakat siswa.

"Sekolah unggul itu tidak hanya masalah akademik. Ada aspek moral, karakter, dan bakat anak yang harus dikembangkan. Anak-anak yang memiliki kemampuan tertentu harus bisa difasilitasi untuk berkembang," katanya.

Baca Juga: Harga Gabah Di Sukoharjo Masih Di Atas HPP, Tembus Rp 7.800

Ia menambahkan, keberhasilan sekolah unggulan juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sarana dan prasarana serta lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar.

"Menuju sekolah unggul itu banyak faktor. Sarana dan prasarana harus mumpuni, lingkungan juga harus mendukung," tambahnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Agus Sumantri menilai penggunaan istilah sekolah unggulan terhadap SD Negeri Telukan 1 kurang tepat dan berpotensi menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

Menurut Agus, yang seharusnya menjadi fokus adalah program sekolah unggulan sebagai kebijakan pemerintah daerah, bukan memberikan label unggulan kepada sekolah tertentu.

"Jadi kami ingin meluruskan kalimat sekolah unggulan. Menurut kami itu salah kaprah. Sekolah unggulan itu seharusnya program kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan sekolah-sekolah yang unggul," ujarnya.

Agus menjelaskan, program sekolah unggulan idealnya diterapkan pada seluruh sekolah negeri tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Sukoharjo. Setelah program berjalan, barulah dapat diukur sekolah mana yang berhasil memenuhi indikator-indikator keunggulan.

"Jadi kebalik di Sukoharjo ini. Seharusnya program sekolah unggulan diberlakukan di semua sekolah negeri. Nanti hasilnya, siapa yang mampu menjalankan program-program unggulan itu baru bisa disebut sekolah unggul," katanya.

Dalam sidak tersebut, Komisi IV DPRD juga meminta penjelasan terkait keunggulan yang dimiliki SD Negeri Telukan 1. Namun, menurut Agus, pihak sekolah belum dapat menjelaskan secara rinci.

"Kepala sekolah tadi juga belum bisa menjelaskan. Yang diunggulkan apa? Tidak bisa menjawab secara detail. Padahal ketika diresmikan oleh bupati, seharusnya sekolah unggulan itu sudah benar-benar siap," tegasnya.

Agus juga menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah tersebut yang dinilai belum menunjukkan antusiasme tinggi sebagaimana sekolah yang telah menyandang predikat unggulan.

"Kalau memang sekolah unggulan, secara sederhana pasti peminatnya banyak dan kuotanya langsung penuh. Faktanya penerimaan siswa baru masih ada kekurangan," ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Demo Di Bundaran Kartasura, Ancam Aksi Besar-Besaran Jika Aspirasi Tak Ditanggapi

Menanggapi berbagai catatan tersebut, Havid menegaskan keberhasilan pengembangan sekolah unggul membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, tenaga pendidik, orang tua, komite sekolah hingga masyarakat.

Karena itu, Disdikbud akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program unggulan di satuan pendidikan agar tujuan pemerataan mutu pendidikan dan lahirnya sekolah-sekolah yang unggul, berkarakter, dan berprestasi dapat terwujud secara berkelanjutan.

"Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sukoharjo," tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#SD Unggulan #sekolah unggulan #Kritikan #dprd #sukoharjo