Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

MBG Libur Tak Ganggu Serapan Gabah Petani Di Sukoharjo

Iwan Kawul • Rabu, 24 Juni 2026 | 16:38 WIB
Ilustrasi serapan gabah Bulog dari pertani di Kabupaten Sukoharjo. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Ilustrasi serapan gabah Bulog dari pertani di Kabupaten Sukoharjo. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta tegaskan penghentian sementara program makan bergizi gratis (MBG) selama masa libur sekolah, tidak berdampak terhadap serapan gabah petani di Sukoharjo.

Bulog optimistis serapan gabah petani hingga akhir tahun mencapai 100 persen. Apalagi saat ini di Sukoharjo sedang masuk masa panen raya.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta Nanang Harianto menegaskan, tetap menjalankan tugas menyerap gabah hasil panen petani.

Gabah tersebut dibeli sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg).

Baca Juga: 355 Jamaah Kloter 63 Asal Sukoharjo Mendarat, Disambut Keluarga Di Halaman Kantor Setda

“Isu MBG libur tidak berpengaruh terhadap serapan gabah oleh Bulog. Kami tetap menyerap gabah dari petani,” jelas Nanang.

Hingga kini realisasi serapan gabah di Kabupaten Sukoharjo mencapai lebih dari 9 ribu ton. Angka ini sudah 83 persen dari target yang ditetapkan.

“Artinya, kami masih memiliki kesempatan pada panen berikutnya untuk menyerap gabah sebanyak-banyaknya,” imbuhnya.

Nanang optimistis target serapan gabah tercapai hingga akhir tahun. Sebab Bulog berkomitmen untuk terus hadir menjaga harga gabah sesuai HPP.

Baca Juga: Bawaslu Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Getol Ajak Masyarakat Aktif Awasi Pesta Demokrasi

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut Sukoharjo menjadi salah satu daerah percontohan dalam peningkatan produksi pertanian.

Seperti disampaikan Luthfi saat panen raya di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, kemarin.

“Panen raya ini bentuk rasa syukur bagi Provinsi Jawa Tengah, dinas terkait, dan terutama masyarakat petani. Jawa Tengah hari ini sudah memenuhi target 6,9 juta ton mulai Januari sampai Juli. Sehingga target nasional 10,5 juta ton harus dipenuhi hingga akhir tahun,” kata Luthfi.

Pada kesempatan ini, Luthfi mengapresiasi keberhasilan Kota Makmur yang mencatatkan kenaikan produksi gabah kering hingga 25 persen. Kini produksi gabah kering mencapai 160 ribu ton.

“Artinya, ini menjadi percontohan bagi kabupaten lain karena sudah menggunakan alat modern. Didukung dengan intensitas tanam yang tinggi dan berbagai inovasi pertanian,” puji Luthfi. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#panen raya #Serapan Gabah #sukoharjo #Bulog Surakarta