Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sentra Gitar Ngrombo Jadi Langganan Banjir, Bangun Pos Pantau di Bantaran Sungai

Iwan Kawul • Minggu, 28 Juni 2026 | 16:30 WIB
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengecek kondisi pos pantau banjir yang dibangun di bantaran sungai, Desa Ngrombo, Baki, Minggu (28/6). (DOK. MAGANA)
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengecek kondisi pos pantau banjir yang dibangun di bantaran sungai, Desa Ngrombo, Baki, Minggu (28/6). (DOK. MAGANA)

RADARSOLO.COM – Sentra gitar di Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Sukoharjo sering jadi langganan banjir saat hujan deras dengan intensitas tinggi melanda.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produksi UMKM jika tidak ada tindak lanjut nyata.

Nah, mengatasi permasalahan itu, relawan Maju Sigap Terencana (Magana) membangun pos pantau banjir. 

Pos pantau dibangun di dekat pintu air Ngukirowatu.

Baca Juga: Tiga Legislator Muda Jadi Motor Penggerak KNPI Sukoharjo

Peresmian pos pantau terasa istimewa, dengan hadirnya Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Minggu (28/6).

Tak sendirian, Eko didampingi Camat Baki Sutarto, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo, Kepala Desa (Kades) Ngrombo Sri Partini, serta perwakilan organisasi relawan.

Ketua Relawan Magana Sunardi menjelaskan, pembangunan pos pantau juga untuk memperingati HUT Ke-11 Magana.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Melanda Sukoharjo, Debit Air Sumur Warga Menyusut

Menurutnya, cikal bakal organisasi tersebut telah ada sejak 2003 dengan nama Masyarakat Tanggap Bencana yang saat itu hanya beranggotakan sepuluh orang. 

Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dan semakin banyaknya warga bergabung, organisasi kemudian mengurus legalitas.

Hingga akhirnya mendapat Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM pada 2022, namun sudah terdaftar lembaga kemasyarakatan desa (LKD) pada 2015.

“Awalnya bernama Masyarakat Tanggap Bencana. Setelah disahkan, ternyata nama itu sudah digunakan pihak lain. Lalu diganti menjadi Maju Sigap Terencana atau Magana,” ujar Sunardi yang akrab disapa Mbah Reso.

Mbah Reso menambahkan, selama lebih dari dua dekade Magana aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Mulai dari penanganan bencana, edukasi masyarakat, hingga kegiatan sosial. Selain membangun pos pantau banjir, HUT ke-11 juga diisi berbagai kegiatan sosial.

Aksi sosial menggandeng PMI Sukoharjo, Puskesmas Baki, serta dokter gigi.

Berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi 100 warga, donor darah yang diikuti 35 pedonor, pemeriksaan kesehatan gigi untuk 16 orang, serta pemberian santunan kepada 28 anak yatim.

Terkait pembangunan pos pantau banjir, diharapkan memberikan informasi dini ketika debit air sungai mulai meningkat. Sehingga masyarakat memiliki waktu lebih cepat untuk langkah antisipasi.

Baca Juga: Sambangi Sukoharjo, Kapolda Jateng Bagi-Bagi 1.000 Sepatu Gratis Kepada Pelajar

"Keberadaan pos pantau sangat penting, karena Desa Ngrombo kerap terdampak banjir. Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengancam roda perekonomian desa,” ujarnya.

Roda ekonomi yang dimaksud, yakni keberadaan sentra gitar di Desa Ngrombo. Bahan dasar kayu yang digunakan untuk pembuatan gitar, sangat rawan rusak jika terendam banjir.

“Di Ngrombo ini banyak perajin gitar. Bahannya kan dari kayu. Kalau kena banjir, jelas rugi besar,” bebernya.

Mbah Reso berharap keberadaan pos pantau mampu meningkatkan efektivitas sistem peringatan dini. Sehingga masyarakat segera menyelamatkan barang maupun mengurangi risiko kerugian akibat banjir.

“Selain melindungi keselamatan warga, langkah tersebut juga diharapkan menjaga keberlangsungan usaha para perajin gitar, sebagai salah satu penopang ekonomi di Desa Ngrombo,” ujarnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#pos pantau banjir #sentra gitar #Desa Ngrombo #sukoharjo