RADAR SOLO.COM – Berakhir sudah penantian warga Kartasura terkait perbaikan Jalan Adi Sumarmo yang rusak parah.
Perbaikan akses utama menuju Bandara Adi Soemarmo tersebut sudah dimulai, Senin (29/6).
Demi kelancaran arus, diberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas (lalin) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo dan Satlantas Polres Sukoharjo.
Kepala Dishub Sukoharjo Toni Sri Buntoro menjelaskan, rekayasa lalin disiapkan agar dampak kemacetan selama perbaikan jalan dapat diminimalkan.
Masyarakat diimbau memahami perubahan arus lalin dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Baca Juga: Delapan Parpol Di Sukoharjo Punya Kepengurusan Baru
Rekayasa lalin yang diterapkan, dari simpang empat Kartasura hingga Luwes maupun sebaliknya diberlakukan sistem buka-tutup.
Skema ini hanya berlaku untuk kendaraan kecil dan sepeda motor.
Skema kedua, truk, bus, maupun kendaraan bertonase berat lainnya dilarang melintas.
Baca Juga: Tiga Legislator Muda Jadi Motor Penggerak KNPI Sukoharjo
Kendaraan berat dari arah Solo, Jogja, maupun Boyolali yang hendak menuju Colomadu, dialihkan melalui simpang tiga Ngasem ke utara. Setiba di simpang tiga Bolon, belok ke kanan menuju simpang tiga Luwes.
Toni mengaku rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Bisa berubah sewaktu-waktu, menyesuaikan kondisi di lapangan maupun progres pengecoran jalan.
Karena itu, koordinasi antara dishub, satlantas, serta pelaksana proyek terus dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak, agar memilih jalur alternatif. Ini akan sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas, sekaligus mempercepat proses perbaikan jalan,” jelas Toni.
Selama perbaikan jalan, petugas dishub dan satlantas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Selain mengatur arus, juga memberikan informasi kepada pengguna jalan terkait jalur alternatif.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Melanda Sukoharjo, Debit Air Sumur Warga Menyusut
Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo mengaku pagu anggaran proyek peningkatan Jalan Adi Sumarmo Rp 8 miliar. Bersumber dari APBD Sukoharjo Tahun Anggaran (TA) 2026.
Pengerjaan berupa lapis beton Fs 3,8, dengan lebar antara 8-12,5 meter, dan ketebalan 20 sentimeter (cm).
Pengerjaan juga mencakup pemasangan tulangan susut, dowel, tie bar, lapis fondasi bawah berupa beton kurus setebal 5 cm, serta pembangunan saluran tertutup.
“Panjang penanganan beton sekitar 800 meter. Target pengerjaan rampung 180 hari kalender,” jelas Bowo. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto