Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terima SK, Calon Murid Sekolah Rakyat Sukoharjo Wajib Tes Kesehatan Sebelum Masuk Asrama

Iwan Kawul • Senin, 29 Juni 2026 | 16:57 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan jajarannya menyambangi proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan jajarannya menyambangi proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Sekolah Rakyat (SR) Sukoharjo menjaring 212 calon murid pada tahun ajaran baru 2026-2027 ini.

Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem boarding atau asrama, ratusan murid ini terlebih dahulu dites kesehatannya, 7 Juli 2026 mendatang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan, saat ini proses penjangkauan calon murid telah selesai.

Rinciannya, 32 murid jenjang SD, 90 murid jenjang SMP, dan 90 murid jenjang SMA.

Baca Juga: Jalan Adi Sumarmo Kartasura Arah Bandara Dicor, Berlaku Buka Tutup Arus, Kendaraan Berat Dilarang Melintas

“Jumlah tersebut sudah termasuk tambahan calon murid jenjang SD dari Sentra Terpadu Kementerian Sosial (Kemensos) di Kota Solo. Selanjutnya, para calon murid akan mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan, sebagai bagian dari proses persiapan masuk Sekolah Rakyat,” jelas Yunia, Senin (29/6).

Tujuan pemeriksaan kesehatan, untuk mengetahui kondisi masing-masing calon murid. Hasilnya akan menjadi data dasar, sebelum murid mengikuti KBM.

Selain itu, hasil pemeriksaan juga menjadi bahan pertimbangan dalam pemberian layanan kesehatan selama peserta menempuh pendidikan.

Baca Juga: Delapan Parpol Di Sukoharjo Punya Kepengurusan Baru

Sebelum pemeriksaan kesehatan, calon murid akan menerima surat keputusan (SK) calon murid pada 30 Juni.

Setelah itu, dilanjutkan sosialisasi penyelenggaraan SR pada 3 Juli. Tahapan ni melibatkan berbagai stakeholder dan tokoh masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.

“Sosialisasi ini penting agar seluruh stakeholder memahami konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan Sekolah Rakyat. Sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” imbuh Yunia.

Sementara itu, dinsos terus berkoordinasi lintas instansi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. S

esuai hasil rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Sosial (Kemensos), dinsos mengajukan permohonan guru tamu untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. 

Surat pengajuan sudah dilayangkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo. Termasuk Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah untuk jenjang SMA.

“Kami berharap seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal. Sehingga Sekolah Rakyat di Sukoharjo segera dimulai dengan persiapan matang. Baik dari sisi peserta didik, tenaga pendidik, maupun dukungan seluruh stakeholder,” beber Yunia. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#calon murid sekolah rakyat #tes kesehatan #sukoharjo #Sekolah Rakyat