RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sepakati Batik Solo Trans (BST) diperbolehkan melintasi Jalan Adi Sumarmo, selama proyek peningkatan jalan.
Hanya saja, ada sejumlah rekayasa terkait posisi halte BST.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro menjelaskan, BST boleh melintas Jalan Adi Sumarmo meski sejumlah halte terdampak proyek.
Masyarakat diimbau memahami penyesuaian sementara, demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Baca Juga: Tegas, Pemkab Sukoharjo Larang ASN Pakai Kendaraan Dinas Tiap Akhir Pekan
Halte yang terdampak tepatnya di Koridor 1 (K1). Meliputi halte Bulog Kartasura, SMP 1 Kartasura, dan Singopuran. Sedangkan K4 dan K5, halte yang terdampak yakni di RS Karima.
Selama masa konstruksi, penumpang diarahkan menggunakan halte alternatif. Dari arah selatan, masyarakat diimbau naik dan turun di halte simpang empat Kartasura.
Sedangkan untuk sisi utara, alternatif yang disediakan adalah halte Luwes Kartasura.
Baca Juga: KPPG Semarang Minta SPPG Pakai Suplier Lokal: Terbukti Melanggar Bisa Di-suspend
Toni menegaskan, penyesuaian ini bersifat sementara selama pengerjaan konstruksi berlangsung.
Dishub berharap masyarakat mengikuti arahan yang telah disampaikan, agar layanan transportasi massal BST tetap lancar dan aman digunakan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses konstruksi. Terima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat untuk kelancaran pelayanan BST,” beber Toni. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto