RADARSOLO.COM – Sebuah rumah kontrakan di Kampung Kanggunan RT 02 RW 07, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, ludes terbakar pada Rabu (1/7) siang.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik, hingga menghanguskan hampir seluruh bangunan dengan estimasi kerugian mencapai Rp 200 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo Margono,mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 14.32 WIB dari pelapor bernama Untung.
Regu 02 Damkar Sukoharjo langsung diberangkatkan tiga menit kemudian menggunakan dua unit armada pancar.
Baca Juga: Semenster I 2026, Polisi Ungkap 17 Kasus Narkoba dengan 21 Tersangka Di Sukoharjo
"Petugas berangkat pukul 14.35 WIB dan tiba di lokasi pukul 14.48 WIB. Dengan jarak sekitar 11 kilometer dari Pos Damkar, waktu tanggap kami sekitar 15 menit," kata Margono.
Margono menambahkanhasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting instalasi listrik di dalam rumah kontrakan yang saat kejadian dalam keadaan kosong karena penyewa sedang bekerja.
Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melintas di depan rumah.
Baca Juga: Tegas, Pemkab Sukoharjo Larang ASN Pakai Kendaraan Dinas Tiap Akhir Pekan
Warga tersebut melihat kepulan asap disertai api dari dalam bangunan.
Menyadari adanya kebakaran, warga segera memanggil pemilik rumah kontrakan yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
"Warga bersama pemilik rumah sempat berupaya memadamkan api secara mandiri sambil menghubungi Damkar Sukoharjo agar kebakaran tidak semakin meluas," ujarnya.
Margono mengungkapkan, rumah berukuran sekitar 10 x 10 meter persegi itu mengalami kerusakan sekitar 90 persen.
Dari total nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp 250 juta, sekitar 10 persen masih dapat diselamatkan sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena rumah sedang ditinggal penghuninya.
"Dugaan sementara penyebabnya korsleting listrik. Tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam kejadian ini," jelasnya.
Baca Juga: Tegas, Pemkab Sukoharjo Larang ASN Pakai Kendaraan Dinas Tiap Akhir Pekan
Dalam proses pemadaman, Damkar Sukoharjo mengerahkan dua unit armada pancar dengan estimasi penggunaan air sekitar 6.000 liter.
Proses penanganan juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Karanganyar.
Selain itu, unsur Forkopimcam Mojolaban, PLN, relawan, serta warga sekitar turut membantu proses pemadaman dan pengamanan lokasi hingga api berhasil dipastikan padam. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto