Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Wereng Batang Coklat Serbu Sukoharjo Selatan, 10 Hektare Tanaman Padi Terancam

Iwan Kawul • Kamis, 2 Juli 2026 | 15:40 WIB
Distankan Sukoharjo terjunkan drone untuk semprot hama wereng di Desa Tawang, Weru, Kamis (2/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Distankan Sukoharjo terjunkan drone untuk semprot hama wereng di Desa Tawang, Weru, Kamis (2/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Bukan hanya kemarau saja yang mengancam sektor pertanian di Sukoharjo bagian selatan.

Invasi hama wereng batang coklat (WBC) juga menjadi ancaman nyata bagi tanaman padi.

Laporan yang masuk ke Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo, WBC mengancam 10 hektare tanaman padi di Desa Tawang, Kecamatan Weru.

Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, gerakan pengendalian hama WBC diintensifkan di Desa Tawang. Tim diterjunkan ke lapangan untuk penyemprotan pestisida.

Baca Juga: Gara-Gara Korsleting Listrik, Rumah Kontrakan Di Mojolaban Sukoharjo Ludes Terbakar

“Kami dapat laporan dari pemerintah desa terkait ancaman serangan wereng. Sesuai arahan ibu bupati, kami terjunkan tim untuk ddampingi petani. Kami bawa obat-obatan untuk pengendalian area yang menunjukkan gejala serangan,” jelas Bagas, Kamis (2/7).

Sebelum munculnya serangan wereng, distankan sejatinya sudah melakukan langkah mitigasi melalui penyuluh pertanian lapangan.

Peringatan dini telah disampaikan sejak 8-25 Juni, karena pada periode tersebut merupakan masa penetasan telur WBC.

Baca Juga: Semenster I 2026, Polisi Ungkap 17 Kasus Narkoba dengan 21 Tersangka Di Sukoharjo

Bagas menjelaskan, penyuluh telah mengimbau petani agar melakukan pengamatan intensif dan pengendalian sejak dini.

Namun, upaya tersebut dinilai belum maksimal. Ini yang akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak.

“Ke depan, ketika penyuluh menyampaikan informasi atau peringatan dini, kami berharap segera ditindaklanjuti lebih serius lagi. Pengendalian akan lebih efektif apabila petani kompak,” ujarnya.

Bagas menambahkan, kondisi cuaca saat ini menjadi faktor utama yang memicu perkembangan populasi WBC.

Suhu udara yang panas pada siang hari, namun tetap dingin pada waktu tertentu, sangat idel untuk perkembangbiakan wereng.

“Potensi ancamannya hampir merata, baik pada tanaman yang masih fase vegetatif maupun generatif. Kondisi cuaca sekarang sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan wereng batang coklat. Jadi, petani harus ekstra waspada,” bebernya.

Baca Juga: Tegas, Pemkab Sukoharjo Larang ASN Pakai Kendaraan Dinas Tiap Akhir Pekan

Sementara itu, ancaman wereng juga ditemukan di sejumlah kecamatan dengan luasan bervariasi. Mulai dari 3-5 hektare.

Bagas menegaskan, kondisi ini masih dalam ambang batas toleransi. Sehingga pengendalian dilakukan sesuai rekomendasi teknis.

“Total luasan se Kabupaten Sukoharjo masih kami validasi, karena ancaman wereng hampir merata. Intinya petani kompak. Kalau ada masalah segera lapor ke kepala desa atau penyuluh pertanian,” tegasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#wereng batang coklat #Weru #tanaman padi #sukoharjo