RADARSOLO.COM – Bupati Sukoharjo Etik Suryani hadir dalam pengukuhan pengurus Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sukoharjo, serta Pimpinan Cabang (PC) DMI se Kota Makmur, Senin (6/7).
Dalam pengukuhan di Pendapa Graha Satya Praja itu, Etik meminta DMI agar menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pembinaan umat.
Etik berharap amanah yang diemban para pengurus bukan sekadar mengelola organisasi, tetapi juga menghidupkan fungsi masjid.
Selain sebagai rumah ibadah, masjid juga dikelola menjadi pusat kemaslahatan umat.
Baca Juga: Nasib Oknum Guru PPPK Cabul di Kartasura Sukoharjo di Tangan PPK
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam pengabdian untuk kemajuan masjid, kemaslahatan umat, serta pembangunan Kabupaten Sukoharjo yang maju, religius, dan sejahtera,” ucap Etik.
Sementara itu, kepengurusan DMI Sukoharjo masa bakti 2025-2030 dipimpin Wawan Pribadi. Kemudian wakil ketua 1 Sutarmo, wakil ketua 2 Wiyono, dan wakil ketua 3 Nur Syahid.
Selanjutnya, jabatan sekretaris diemban Imam Waladi, wakil sekretaris 1 Anwar Setyanto, dan wakil sekretaris 2 Muh. Bahauddin.
Baca Juga: Debit Sungai Menyusut, Petani Bendosari Sukoharjo Tinggikan Bendung Cendono Pakai Karung Pasir
Kemudian posisi bendahara dipegang Paralel Eka, wakil bendahara 1 Didit Ardiyanto, dan wakil bendahara 2 Dwi Handayani.
Etik menambahkan, masjid juga harus dikelola menjadi pusat pembinaan generasi muda, penguatan nilai-nilai kebangsaan, peningkatan literasi keagamaan, pengembangan ekonomi umat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Pemkab berkomitmen untuk menjalin kemitraan yang erat dengan Dewan Masjid Indonesia. Kami meyakini pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, moderat, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan gotong royong,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto