RADARSOLO.COM – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, diwujudkan dengan cara berbeda oleh lima pelari asal Kota Makmur.
Mereka sukses menuntaskan tantangan berlari sejauh 80 kilometer mengelilingi wilayah Kabupaten Sukoharjo, dengan start dan finis di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo.
Kelima pelari tersebut yakni Anggoro Adhi Prasetyo dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sukoharjo, Agus Saptono dari Dinas Sosial Sukoharjo, Cahyantya Wisnu Yoga P guru SD Negeri Kenokorejo 02, Ghofar yang merupakan Duta Wisata Sukoharjo 2026, serta Aldy Tirta Wicaksono dari komunitas Sukoharjo Runners.
Mereka dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Abdul Haris Widodo pada Sabtu (4/7) pukul 16.00.
Baca Juga: Debit Air Sumur Warga Sukoharjo Selatan Terus Menyusut, Permintaan Dropping Air Bersih Melonjak
Selama lebih dari 12 jam, para pelari menyusuri hampir seluruh penjuru Kabupaten Sukoharjo hingga sebagian wilayah Kota Solo sebelum kembali ke titik awal.
Rute dimulai dari halaman Kantor Setda menuju Jalan Solo–Wonogiri melewati Jombor, Kecamatan Bendosari. Selanjutnya memasuki wilayah Kecamatan Sukoharjo melalui Kelurahan Gayam dan Begajah, kemudian menuju Kecamatan Nguter melalui Desa Kepoh dan Kedungwinong.
Dari Simpang Empat Gupit, rombongan berbelok ke Desa Pengkol, Celep. Kemudian kembali memasuki wilayah Kecamatan Bendosari Manisharjo, Cabean, Mojorejo hingga Jagan.
Perjalanan berlanjut menuju Desa Mulur dengan menyusuri tepian Waduk Mulur sebelum memasuki Kecamatan Polokarto melalui Kenokorejo, Kemasan, Godog, Mranggen hingga Wonorejo.
Dari Simpang Empat Sidan, para pelari melintasi Jalan Solo–Karanganyar menuju ke arah Solo, melintasi wilayah Kecamatan Mojolaban melalui Desa Cangkol, Bekonang, Wirun dan Laban.
Rute kemudian masuk ke Kota Solo melalui Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, melalui Danukusuman dan Joyosuran sebelum kembali ke wilayah Sukoharjo di wilayah Kecamatan Grogol melalui Desa Kwarasan, Madegondo, Langenharjo, Pondok. Lalu, kembali masuk ke Kecamatan Sukoharjo melalui Kelurahan Sonorejo, Dukuh, Kriwen, Kenep.
Kemudian melintasi wilayah Kecamatan Tawangsari yakni Desa Pojok dan Desa Dalangan. Memasuki kilometer ke-75, rombongan tiba di Alun-alun Sukoharjo sebelum kembali menyusuri Jalan Solo–Wonogiri dan finis di halaman Kantor Setda Kabupaten Sukoharjo.
Pelari tercepat adalah Cahyantya Wisnu Yoga P yang menyelesaikan tantangan tersebut dalam waktu 12 jam 30 menit. Posisi kedua ditempati Anggoro Adhi Prasetyo dengan catatan waktu 12 jam 37 menit.
Anggoro Adhi Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin (6/7), mengatakan tantangan tersebut bukan sekadar menguji kemampuan fisik, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan terhadap Kabupaten Sukoharjo yang sedang merayakan hari jadinya.
Baca Juga: Kukuhkan PD DMI Sukoharjo, BUpati Etik Dorong Pemberdayaan Masyarakat via Masjid
"Momentum HUT ke-80 Kabupaten Sukoharjo kami rayakan dengan cara yang berbeda. Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi media untuk mengenalkan wilayah Sukoharjo sekaligus mengajak masyarakat menjalani gaya hidup sehat," ujarnya.
Menurut Anggoro, sepanjang perjalanan para pelari mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tidak sedikit warga yang memberikan semangat saat rombongan melintas di berbagai desa dan kecamatan.
Ia mengakui tantangan terbesar muncul ketika memasuki malam hingga dini hari karena kondisi tubuh mulai mengalami kelelahan. Meski demikian, kekompakan antarpelari membuat seluruh peserta mampu mempertahankan ritme hingga garis finis.
"Yang paling berkesan adalah kebersamaan selama perjalanan. Kami saling menyemangati ketika ada yang mulai kelelahan. Target kami bukan hanya finis, tetapi seluruh peserta bisa kembali dengan selamat dan menikmati setiap kilometer perjalanan," katanya.
Mereka berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai olahraga sekaligus mengenal potensi wilayah Kabupaten Sukoharjo. Ia juga berharap lari keliling Sukoharjo dapat menjadi agenda rutin dalam peringatan hari jadi kabupaten pada tahun-tahun mendatang. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto