RADARSOLO.COM – Musim penghujan sudah berganti kemarau. Ancaman banjir pun mulai mereda.
Namun, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) tetap mengebut normalisasi Sungai Doho di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Senin (8/7).
Normalisasi menerjunkan satu alat berat untuk membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah.
Selain itu, juga dilakukan pengerukan sedimentasi. Normalisasi ditargetkan mampu mengurangi risiko banjir, yang selama ini mengancam permukiman warga dan lahan pertanian di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, normalisasi menggunakan alat berat untuk memperbaiki kapasitas alur sungai. Saat ini progres pengerjaan sekira 50 persen.
“Normalisasi Sungai Doho dilakukan BBWSBS dengan alat berat. Harapan kami, kapasitas sungai menjadi lebih baik. Sehingga dapat mengurangi risiko banjir yang mengancam permukiman warga maupun lahan pertanian,” kata Ariyanto.
Ariyanto menambahkan, objek yang dilindungi dari kegiatan tersebut meliputi permukiman di tiga dusun. Mulai dari Dusun Kedungwinong, Mbangen, dan Mbagusan. Selain itu, lahan persawahan juga diharapkan mendapat perlindungan dari ancaman luapan sungai saat musim hujan.
Selama normalisasi, petugas juga menata tebing sungai hasil galian. Terkait kendala di lapangan, yakni banyaknya rumpun bambu di sepanjang bantaran sungai yang harus ditebang. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto