RADARSOLO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menangani tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sehari, Rabu (8/7).
Tiga lokasi tersebut berada di Desa Watubonang dan Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, serta Desa Puron, Kecamatan Bulu. Sedangkan luasan lahan yang terbakar mencapai 13,5 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, dua kejadian di Kecamatan Tawangsari dilakukan asesmen oleh Tim Reaksi Cepat (TRC).
Sedangkan satu kejadian di Kecamatan Bulu memerlukan penanganan pemadaman, hingga api berhasil dikendalikan.
“Seharian kami menangani tiga karhutla. Dua lokasi di Kecamatan Tawangsari cukup asesmen TRC, untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengantisipasi potensi penyebaran api. Sedangkan di Desa Puron dilakukan upaya pemadaman,” jelas Ariyanto.
Di Desa Watubonang, luas lahan yang mencapai 2,5 hektare.
Kemudian di Desa Pundungrejo, berupa perbukitan bekas tambang galian C seluas 1 hektare. Kedua lokasi tersebut jauh dari permukiman warga.
Menurut Ariyanto, asesmen dilakukan untuk mengidentifikasi luas area terdampak, mengetahui kondisi lapangan, sekaligus memastikan tidak ada titik api yang berpotensi meluas ke wilayah lain.
Nah, kebakaran terbesar terjadi di Desa Puron, Kecamatan Bulu.
Laporan diterima BPBD Sukoharjo sekira pukul 19.00. Tim kemudian bergerak ke lokasi untuk pemadaman, hingga penanganan selesai pukul 20.48.
“Lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare. Berkat respons cepat petugas bersama unsur terkait, api berhasil dipadamkan. Api tidak meluas ke area lain maupun mengancam permukiman warga,” bebernya.
Sementara itu, BPBD ingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan selama musim kemarau.
Kondisi cuaca yang kering menyebabkan vegetasi mudah terbakar, sehingga berpotensi memicu kebakaran dengan cepat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka. Jika mengetahui adanya kebakaran, segera laporkan agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” pesan Ariyanto. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto