RADARSOLO.COM – Garis hitam bekas gesekan ban yang masih membekas di aspal Jalan Solo–Wonogiri menjadi petunjuk penting bagi Satlantas Polres Sukoharjo.
Bukti itu jadi dasar untuk mengurai misteri kecelakaan supercar McLaren 720S milik YouTuber game asal Sukoharjo Febrian Paundra Alditama alias Andra ST.
Polisi kini memadukan jejak fisik di lokasi dengan rekaman video viral, untuk mengungkap penyebab mobil sport miliaran rupiah itu bisa terbelah menjadi dua.
Kamis (9/7), penyidik menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh di Desa Telukan, Kecamatan Grogol.
Pengukuran dilakukan mulai dari titik awal kendaraan diduga kehilangan traksi, lokasi benturan pertama dengan tiang listrik, hingga posisi akhir mesin dan kabin yang terpental berjauhan.
Setiap serpihan kendaraan yang berserakan di sekitar lokasi, termasuk aki yang sempat melayang hingga memecahkan kaca minimarket, ikut dipetakan sebagai bagian dari rekonstruksi ilmiah kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo Iptu Ardian Harlinanda mengatakan, olah TKP dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa berdasarkan bukti di lapangan, bukan sekadar dugaan.
Baca Juga: Tiga Hari Sebelum Kecelakaan, Youtuber Andra ST Sempat Lunasi Kontrakan Sanggar Yatim Piatu
"Hari ini kami melaksanakan olah TKP terkait kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil McLaren yang dikemudikan Andra. Tujuannya untuk membuat terang penyebab kecelakaan berdasarkan fakta di lokasi," ujarnya.
Menurut Ardian, penyidik tidak hanya mengandalkan hasil olah TKP. Polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman video dari berbagai sudut yang memperlihatkan perjalanan McLaren sebelum kecelakaan, termasuk video yang viral di media sosial.
Rekaman tersebut dipadukan dengan keterangan para saksi serta kondisi fisik di lokasi untuk mengetahui secara utuh bagaimana kendaraan kehilangan kendali.
Dalam olah TKP, polisi menelusuri lintasan mobil sejak ban mulai meninggalkan bekas selip di permukaan jalan.
Dari titik itulah kendaraan diduga mulai kehilangan traksi, limbung ke kiri, lalu menghantam tiang listrik dengan benturan yang begitu keras hingga sasis McLaren terbelah menjadi dua.
"Kami mulai dari titik crash ketika kendaraan mulai selip.
Setelah itu limbung ke kiri dan menabrak tiang listrik. Posisi mesin berhenti di mana, kabin berhenti di mana, semuanya kami ukur.
Dari titik awal sampai titik akhir itu nanti bisa dianalisis untuk mengetahui dinamika benturan, termasuk estimasi kecepatan kendaraan," jelas Ardian.
Meski demikian, polisi belum mengungkap jarak pasti antara mesin dan kabin yang terpental karena masih menjadi bagian dari proses analisis penyidikan.
Di saat bersamaan, video berdurasi 16 detik yang viral di Instagram turut menjadi perhatian penyidik.
Rekaman yang diunggah akun @event_soloraya_dan_mahasiswa memperlihatkan McLaren kuning melaju dari arah Simpang Telukan menuju Solo.
Mobil sempat berpindah lajur beberapa kali untuk menyalip kendaraan di depannya.
Sesaat kemudian lampu rem terlihat menyala sebelum mobil mendadak oleng ke kiri. Rekaman berhenti tepat sebelum kendaraan menghantam tiang listrik.
Unggahan itu diberi keterangan, "Lagi jalan santai muterin Solo malah selip. Cepat pulih bang @andrastyt_ dan @robbypntjr."
Ardian memastikan rekaman tersebut merupakan video asli yang kini telah diamankan sebagai barang bukti.
"Iya, betul. Video itu menjadi salah satu bahan analisis kami bersama hasil olah TKP dan keterangan saksi," katanya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan kecelakaan tersebut masih dikategorikan sebagai kecelakaan tunggal.
Dugaan awal mengarah pada hilangnya traksi ban sesaat setelah mobil meninggalkan lampu merah Simpang Telukan.
Saat itu Andra bersama penumpangnya, Robby Adek Pantjoro, baru selesai menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir dan hendak berkeliling ke arah Solo.
"Setelah lampu merah Simpang Telukan kendaraan berjalan sekitar 100 meter, kemudian terjadi selip. Bannya kehilangan traksi sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan, oleng ke kiri, lalu menabrak tiang," terang Ardian.
Benturan beruntun membuat McLaren menghantam pagar, tiang telepon, dan tiang listrik sebelum akhirnya terbelah dua.
Bagian mesin tertinggal di sekitar titik benturan, sementara kabin penumpang terpental cukup jauh ke depan.
Aki kendaraan bahkan terlepas hingga memecahkan pintu kaca minimarket.
Meski kondisi kendaraan rusak sangat parah, penyidik memperkirakan kecepatan mobil belum mencapai 100 kilometer per jam.
"Perkiraan sementara kecepatannya masih di bawah 100 kilometer per jam. Namun angka pastinya masih kami dalami melalui hasil olah TKP dan analisis teknis," ujar Ardian. (kwl/bun)
Editor : fery ardi susanto