
RADARSOLO.COM — Suasana Gunung Taruwongso di Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, kembali dipenuhi aktivitas. Ratusan warga dari berbagai kalangan bergotong royong kemarin (10/7). Mereka membersihkan kawasan wisata yang sempat menjadi destinasi favorit masyarakat Sukoharjo.
Tak hanya warga setempat, aksi bersih-bersih juga melibatkan pelajar, mahasiswa, relawan, personel BPBD Kabupaten Sukoharjo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Polsek Tawangsari, hingga puluhan prajurit Yonif TP 449/Sukoharjo.
Mereka berbaur membersihkan semak, sampah, dan area sekitar objek wisata dalam kegiatan yang diinisiasi Forum Aliansi Aktivis Sukoharjo (FAAS) bersama Pemerintah Desa Watubonang.
Koordinator FAAS, Dableg SS mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi peduli lingkungan, tetapi juga menjadi simbol upaya membangkitkan kembali kejayaan Gunung Taruwongso yang pernah menjadi ikon wisata di Sukoharjo.
Menurutnya, pada era 1980 hingga 1990-an, Gunung Taruwongso selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat libur Lebaran. Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, geliat wisata di kawasan tersebut perlahan meredup hingga terkesan terbengkalai.
"Ini menjadi motivasi kami untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa Gunung Taruwongso masih ada. Kabupaten Sukoharjo memiliki objek wisata yang luar biasa dan layak untuk kembali dikenal," ujarnya.
Melalui kegiatan resik-resik tersebut, FAAS berharap muncul kepedulian bersama untuk menghidupkan kembali Taruwongso. Dengan pengelolaan yang baik serta melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya, kawasan itu diyakini mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang nyaman sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
"Resik-resik ini adalah permulaan kebangkitan kembali Gunung Taruwongso. Kami berharap, dari langkah kecil ini akan lahir langkah-langkah besar berikutnya untuk menghidupkan kembali Taruwongso," tegas Dableg.
Sekretaris Desa Watubonang, Darmadi, didampingi perangkat desa Marjono, mengapresiasi inisiatif FAAS yang menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, Gunung Taruwongso memiliki potensi wisata yang besar, namun selama ini belum dikelola secara maksimal.
"Mudah-mudahan langkah awal ini berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lainnya dan tentunya dapat meningkatkan perekonomian warga. Kalau Taruwongso kembali ramai, banyak dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat," katanya.
Antusiasme juga datang dari warga yang ikut bergotong royong. Bagi mereka, Gunung Taruwongso bukan sekadar kawasan wisata, tetapi juga menyimpan banyak kenangan masa lalu.
"Kami sangat senang dan mendukung kegiatan ini. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan yang bisa memeriahkan kembali Gunung Taruwongso sehingga ramai seperti dulu," ujar Tatik, salah seorang warga.
Selain masyarakat, kegiatan tersebut juga diikuti siswa SMK Tunas Bangsa Tawangsari, SMAN 1 Tawangsari, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), serta mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), yang turut menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan kebangkitan wisata lokal. (kwl/nik)