Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Tradisi Pulung Langse Ki Ageng Balak Kembali Digelar, Antusiasme Peziarah Tinggi

Iwan Kawul • Minggu, 12 Juli 2026 | 18:49 WIB
Tradisi Pulung Langse Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu (12/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Tradisi Pulung Langse Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu (12/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Matahari belum tinggi, tetapi aura sakral sudah menyelimuti kompleks Makam Ki Ageng Balak, Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu (12/7) pagi.

Langkah para peziarah yang datang dari berbagai penjuru tanah air seakan menyatu dalam napas sejarah dan spiritualitas yang mengendap di tempat ini.

Rombongan dari Ngawi, Madiun, Magelang, hingga yang terjauh dari Bengkulu, datang dengan semangat yang sama: mengikuti Upacara Ritual Pulung Langse.

Tradisi tahunan yang telah menjadi denyut budaya lokal itu dibuka secara meriah dan khidmat. Gunungan hasil bumi yang sarat makna diputar mengelilingi makam satu kali, sebelum akhirnya diperebutkan masyarakat.

Baca Juga: Bangunan Fisik Belum Jadi, Sekolah Rakyat Sukoharjo Tetap Gelar MPLS

Isinya buah, sayuran, dan aneka panen hasil bumi. Simbol berkah dari bumi yang patut disyukuri dan dibagi.

”Ini acara yang kami tunggu-tunggu tiap tahun. Kami percaya, selain nilai spiritual, ikut Pulung Langse membawa berkah dan ketenangan batin,” ujar Agus Bagong, 55, peziarah asal Magelang.

Selepas gunungan, tarian Gambyong tampil memperindah suasana, menandai dimulainya prosesi utama. Yakni pelepasan kelambu makam oleh para sesepuh desa.

Kelambu lama dipotong-potong, kemudian dibagikan kepada para peziarah. Selembar kain itu bukan sekadar simbol. Ia dipercaya membawa keberkahan bagi siapa pun yang menerimanya dengan niat baik.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Masuk Rutan KPK, Ini Modus Dugaan Korupsinya

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo Herdis Kurnia Wijaya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam kepada masyarakat Desa Mertan, Kecamatan Bendosari dan Kenokorejo, Kecamatan Polokarto juga kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo.

”Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Mertan dan Kenokorejo bisa menyelenggarakan upacara ini setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Herdis.

Menurut Herdis, Makam Ki Ageng Balak telah menjadi daya tarik spiritual dan budaya yang penting di Sukoharjo. Tradisi Pulung Langse bukan sekadar pelestarian adat, tapi juga momentum strategis untuk mengangkat potensi wisata ziarah.

”Ritual ini telah menjadi event budaya yang menarik wisatawan setiap tahunnya. Maka penting bagi kita menjadikannya bagian dari industri pariwisata lokal,” ujarnya.

Herdis menambahkan, upacara ritual Pulung Langse Makam Ki Ageng Balak Desa Mertan Kecamatan Bendosari diharapkan meningkatkan kunjungan peziarah.

Baik dari masyarakat Sukoharjo sendiri maupun dari luar Kabupaten Sukoharjo. Sehingga meningkatkan pendapatan asli daerah melalui retribusi daerah dan menumbuhkan ekonomi schingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (kwl/adi)

Editor : fery ardi susanto
#pulung langse #Makam Ki Ageng Balak #peziarah #sukoharjo #tradisi