RADARSOLO.COM – Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Satya Negara diimbau tiarap berjualan saat perayaan Hari Lahir Ke-80 Kabupaten Sukoharjo.
Imbauan diberlakukan mulai Selasa sore besok (14/7), hingga Rabu siang (15/7).
Penutupan sementara dilakukan untuk mendukung kelancaran rangkaian acara.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Sumarno menjelaskan, sterilisasi kawasan alun-alun dilakukan karena lokasi tersebut akan digunakan untuk gladi bersih dan upacara Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo.
"Alun-Alun Satya Negara akan disterilkan dari aktivitas PKL mulai Selasa sore, karena digunakan untuk gladi rangkaian peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo. Kemudian Rabu pagi juga masih steril karena dipakai untuk upacara," kata Sumarno, Senin (13/7).
Sumarno menambahkan, pedagang masih diperbolehkan berjualan seperti biasa pada Selasa pagi.
Namun, mulai sore hari seluruh PKL diminta mengosongkan area alun-alun agar persiapan kegiatan dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Bupati Etik Suryani Ditangkap KPK, Rute Kirab Pataka Perayaan Hari Lahir Sukoharjo Digeser
"Selasa pagi masih boleh berjualan. Yang mulai steril itu Selasa sore sampai pelaksanaan upacara selesai pada Rabu," jelasnya.
Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, aktivitas perdagangan kembali diperbolehkan.
"Rabu sore para PKL sudah bisa kembali berjualan seperti biasa di kawasan Alun-Alun Satya Negara," tambah Sumarno.
Diskopumdag telah menyampaikan pemberitahuan kepada para pedagang agar menyesuaikan jadwal operasional selama proses sterilisasi berlangsung.
Pemkab Sukoharjo berharap para PKL dapat mendukung kelancaran peringatan Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo dengan menaati pengaturan yang telah ditetapkan.
"Kami mengimbau seluruh pedagang untuk mematuhi pengaturan ini demi kelancaran acara. Setelah kegiatan selesai, mereka dapat kembali berjualan seperti biasa," pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo