RADARSOLO.COM – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-80 Sukoharjo, Rabu (15/7), dikemas sangat sederhana.
Diawali kirab Pataka dan upacara di Alun-Alun Satya Negara, yang dipimpin Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharo Eko Sapto Purnomo.
Dalam amanatnya, Eko Sapto ingatkan masyarakat akan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Dharma.
Rangkaian peringatan diawali kirab Pataka dan petikan Penetapan Pemerintah Nomor 16/SD Tahun 1946, sebagai dasar hukum Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo.
Baca Juga: LP3HI Desak KPK Bongkar Akar Korupsi Sukoharjo
Pataka dan petikan penetapan diberangkatkan dari kantor Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo menggunakan mobil pikap, menuju Simpang Lima Sukoharjo dan finis di Alun-Alun Satya Negara.
Saat kirab, maching band Gema Wijaya memimpin kirab di barisan depan. Diikuti prajurit Mataraman yang membawa Pataka dan petikan Penetapan Pemerintah Nomor 16/SD Tahun 1946.
Di belakangnya, Eko Sapto berjalan ditemani istri, ditemani jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beserta pasangan masing-masing. Sedangkan di barisan terakhir terdapat 12 gunungan hasil bumi dan UMKM, yang mewakili 12 kecamatan.
Setiba di alun-alun, rombongan mengikuti upacara bendera. Saat membacakan amanatnya, Eko Sapto Purnomo mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kabupaten Sukoharjo yang genap berusia 80 tahun.
Menurutnya, tema “Sukoharjo Spektakuler” merupakan semangat bersama untuk membangun daerah yang maju, mandiri, dan berbudaya. Diharapkan menuju Sukoharjo yang maju, adil, dan bermartabat.
“Melalui peringatan hari lahir ini, kita mengenang jasa para pemimpin terdahulu, sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai Tri Dharma. Yakni rumangsa melu handarbeni, rumangsa melu hangrungkepi, dan mulat sarira hangrasa wani, sebagai semangat pengabdian kepada masyarakat dan daerah,” kata Eko Sapto.
Peringatan harlah ini menurut Eko Sapto dikemas lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah agenda diringkas dan disatukan, sebagai bentuk efisiensi anggaran tanpa mengurangi makna dan semangat peringatan.
“Perayaan tahun ini dilaksanakan dengan cara berbeda. Beberapa kegiatan disatukan agar lebih efisien, namun tidak mengurangi esensi dari Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo itu sendiri. Justru kami berharap partisipasi masyarakat semakin besar dalam membangun daerah,” imbuhnya.
Eko Sapto menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
Berbagai kritik dan masukan dari masyarakat, menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kinerja pemerintahan.
Baca Juga: Diliputi Nuansa Prihatin, Muncul Desakan Hiburan HUT Sukoharjo Ditiadakan
Pada kesempatan ini, Eko Sapto juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Makmur.
Mulai dari para pejuang, sesepuh, tokoh masyarakat, alim ulama, pelaku usaha, hingga insan media.
“Mari jadikan semangat para pendahulu sebagai teladan. Apa yang dilakukan hari ini, akan menjadi warisan bagi generasi penerus. Pembangunan harus terus berkelanjutan," pintanya.
Selesai upacara, dilanjutkan flash mob Tari Gambyong yang diikuti pelajar, guru, aparatur sipil negara (ASN), dan seluruh peserta upacara. Dilanjutkan dengan aksi masyarakat yang berebut 12 gunungan di atas pikap. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo