SUKOHARJO – Sebuah rumah di depan Gelora Merdeka Jombor, Kecamatan Bendosari, didatangi sejumlah aparat kepolisian bersama beberapa orang berpakaian sipil yang diduga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (16/7) sore. Kedatangan rombongan tersebut menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, rombongan tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka memasuki rumah dengan didampingi sejumlah aparatur sipil negara (ASN), sementara personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan kegiatan.
Baca Juga: Tragis! Bocah 13 Tahun Tewas Saat Bermain Air di Sungai
Salah seorang warga yang melintas, Bambang, mengaku melihat sejumlah kendaraan berhenti di depan rumah sebelum rombongan masuk.
"Saya kebetulan lewat. Terlihat banyak polisi dan beberapa orang berpakaian sipil masuk ke rumah itu. Ada juga beberapa ASN yang ikut mendampingi. Saat saya lewat lagi sekitar satu jam kemudian, mereka masih berada di dalam dan polisi masih berjaga di luar," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, rumah tersebut merupakan milik E, istri Richard Tri Handoko (kepala BPKAD nonaktif Sukoharjo), salah satu tersangka kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK. Richard ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani dan Tri Mulyo dalam perkara dugaan pemerasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Juga: Bakar Rumput Ditinggal Pulang, Tumpukan Kain di Gudang Kawasan Ampel Boyolali yang Jadi Tumbal
"Pak Richard juga tinggal di situ," kata seorang warga.
Warga lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat rombongan datang rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang tidak berada di tempat.
"Rumah itu memang milik Bu E, istri Pak Richard. Tadi waktu didatangi, rumahnya kosong karena yang bersangkutan tidak ada di rumah," ujarnya.
Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan yang masuk ke dalam rumah belum terlihat keluar. Petugas kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi, sementara aktivitas masyarakat di kawasan Gelora Merdeka Jombor tetap berlangsung normal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai kegiatan yang dilakukan di rumah tersebut maupun apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari proses penggeledahan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah berjalan. (kwl)
Editor : Kabun Triyatno