RADARSOLO.COM – Seorang bocah berusia lima tahun ditemukan meninggal dunia, setelah hanyut di saluran irigasi Bengawan Solo, Senin (20/7).
Lokasi kejadian di Dusun Pancuran RW 03, Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.
Korban ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal terjatuh, setelah dilakukan penyisiran oleh warga.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Mojolaban AKP Askolani mengatakan, korban berinisial BT, 5, warga Kecamatan Mojolaban.
Baca Juga: Nakes Pensiun, Puskesmas Nguter Sukoharjo Sambat Krisis SDM
Peristiwa tersebut diketahui sekira pukul 13.00 WIB dan langsung dilaporkan ke pihak berwajib.
Askolani menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban bermain bersama temannya yang juga masih anak-anak berinisial A.
Keduanya semula berangkat naik sepeda menuju area persawahan untuk mencari bebek.
Karena tidak ketemu, korban mengajak temannya menuju saluran irigasi.
Baca Juga: Sempat Dikabarkan Rumah Warga, Ternyata Bengkel Kabin Truk Terbakar Di Desa Pranan Sukoharjo
"Di lokasi mereka menemukan pelepah daun pisang, lalu dipakai mainan untuk memancing. Saat korban terlalu ke tepi saluran irigasi, terpeleset dan jatuh ke dalam air," ungkap Askolani.
Teman korban sempat hendak menolong. Namun karena ketakutan, akhirnya pulang ke rumah dan memberi tahu kejadian tersebut ke keluarganya.
Sementara itu, saksi P, 56, yang melintas di sekitar pintu air, melihat korban masih berusaha meminta tolong dengan kedua tangannya.
Karena tidak dapat berenang, saksi bergegas menuju Masjid Umar yang tak jauh dari lokasi untuk meminta bantuan warga yang sedang salat Duhur.
Saat warga tiba di lokasi, korban sudah tidak terlihat.
Pencarian kemudian dilakukan warga bersama relawan.
Baca Juga: Job Fair Sukoharjo Hanya 1.156 Pendaftar, Padahal Tersedia 4.904 Lowongan Kerja
Saksi lain DAP, 29, melakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi, hingga akhirnya melihat tubuh korban mengapung dan tersangkut di bawah jembatan.
"Korban selanjutnya dievakuasi dan diperiksa oleh tim medis Puskesmas Mojolaban. Hasil pemeriksaan menyatakan korban telah meninggal dunia," ungkap Askolani.
Polisi mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai, saluran irigasi maupun perairan terbuka lainnya yang memiliki arus cukup deras sehingga berpotensi membahayakan keselamatan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo