Baru 13 Hari, Sudah 58 Tangki Air Bersih Disalurkan Untuk Tiga Kecamatan Terdampak Kekeringan Di Sukoharjo

Iwan Kawul • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:58 WIB
BPBD Sukoharjo salurkan bantuan air bersih ke penampungan milik warga di Desa Tunggul, Kecamatan Weru, Sabtu (18/7). (Dok. BPBD Sukoharjo)
BPBD Sukoharjo salurkan bantuan air bersih ke penampungan milik warga di Desa Tunggul, Kecamatan Weru, Sabtu (18/7). (Dok. BPBD Sukoharjo)

RADARSOLO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo terus menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Hingga hari ke-13 pelaksanaan dropping air bersih, Sabtu (18/7), total distribusi mencapai 58 tangki atau setara 290.000 liter air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, dropping satu tangki air bersih terakhir menyasar Desa Tunggul, Kecamatan Weru.

Bantuan tersebut merupakan distribusi tahap keempat dari total sembilan tangki yang direncanakan untuk desa tersebut.

Baca Juga: Pembakar Lahan Terancam Penjara 10 Tahun, Damkar Sukoharjo Endus Dugaan Disengaja

"Pada hari ke-13 kami menyalurkan satu tangki air bersih ke Desa Tunggul, Kecamatan Weru. Dengan tambahan ini, total dropping air bersih menjadi 58 tangki atau 290 ribu liter sejak penyaluran dimulai," jelas Ariyanto, Selasa (21/7).

Ariyanto menambahkan, cakupan wilayah terdampak kekeringan masih sama. Baru tiga kecamatan dan tiga desa.

Ketiga wilayah tersebut meliputi Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari; Desa Kunden, Kecamatan Bulu; serta Desa Tunggul, Kecamatan Weru.

Baca Juga: Progres Pembangunan Masjid Kartasura Lampaui Target, Optimistis Selesai Tepat Waktu

Kemudian jumlah warga yang menerima bantuan juga belum berubah, yakni 376 kepala keluarga (KK) atau 1.179 jiwa.

Rinciannya, Desa Kedungjambal 247 KK atau 728 jiwa, Desa Kunden 99 KK atau 336 jiwa, dan Desa Tunggul 30 KK atau 115 jiwa.

Ariyanto mengatakan, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di lapangan.

Apabila masih terdapat kebutuhan air bersih dari masyarakat, distribusi akan terus dilakukan sesuai permintaan pemerintah desa dan hasil asesmen petugas.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan dapat terpenuhi. Selama masih dibutuhkan, dropping akan terus kami lakukan," tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kemarau kekeringan krisis air bersih sukoharjo dropping air bersih