RADARSOLO.COM – Hitung mundur menuju Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sukoharjo tinggal sepekan.
Di tengah persiapan menyambut 458 siswa baru pada 31 Juli mendatang, pembangunan sejumlah fasilitas utama di sekolah berkonsep berasrama itu masih berpacu dengan waktu.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo di kawasan proyek strategis nasional (PSN) di Dusun Gabahan, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jumat (24/7), aktivitas pembangunan masih berlangsung di berbagai titik.
Puluhan pekerja tampak menyelesaikan pekerjaan akhir pada bangunan yang menjadi prioritas agar dapat segera difungsikan saat siswa mulai masuk.
Baca Juga: Kekeringan Di Sukoharjo Meluas, 1.179 Jiwa Krisis Air Bersih
Fokus penyelesaian saat ini berada pada asrama siswa, asrama guru, serta gedung serbaguna.
Ketiga fasilitas tersebut menjadi penunjang utama operasional sekolah yang akan menerapkan sistem pendidikan berasrama.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, pemerintah daerah bersama pengelola Sekolah Rakyat dan Sentra Terpadu Kementerian Sosial terus melakukan monitoring harian terhadap progres pembangunan.
Baca Juga: Lagi Dan Lagi, Bakar Sampah Picu Karhutla di Bulu Sukoharjo
Langkah itu dilakukan agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai target.
"Memang masih ada beberapa bagian yang belum selesai dari sisi konstruksi. Saat ini yang masih dalam tahap finishing adalah asrama siswa, asrama guru, dan gedung serbaguna," ujar Yunia.
Meski demikian, Yunia memastikan pelaksanaan MPLS tetap berjalan sesuai jadwal. Sebab, ruang-ruang kelas telah siap digunakan.
Sarana pembelajaran di dalamnya juga telah tersedia sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai.
"Kelas sudah siap digunakan. Jadi untuk proses pembelajaran tidak ada kendala," tegasnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo akan menampung 458 siswa dari tiga jenjang pendidikan.
Terdiri atas 88 siswa SD, 92 siswa SMP, dan 278 siswa SMA. Seluruh peserta didik merupakan hasil penjangkauan Dinas Sosial serta program Sekolah Rakyat rintisan yang telah melalui proses pendataan dan seleksi.
Yunia berharap penyelesaian pekerjaan konstruksi dapat segera tuntas sehingga seluruh fasilitas pendukung bisa dimanfaatkan secara optimal setelah kegiatan MPLS berlangsung.
Dengan demikian, operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo sebagai program nasional untuk memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dapat berjalan sesuai rencana. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo