Gencarkan Patroli Karhutla, Forkopimca Nguter Blusukan Imbau Masyarakat Tidak Bakar Sampah Sembarangan

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:15 WIB
Forkopimca Nguter memasang spanduk larangan membakar sampah sembarangan, Jumat (24/7). (Iwan Kawul/Radar Solo)
Forkopimca Nguter memasang spanduk larangan membakar sampah sembarangan, Jumat (24/7). (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Forkopimca Nguter menggelar apel siaga, dilanjutkan patroli keliling wilayah pada Jumat (24/7).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau dengan kondisi angin kencang.

Patroli melibatkan Camat Nguter Sukatman, Kapolsek Nguter AKP Maryadi, Danramil Nguter Kapten Inf Kurniawan, personel TNI/Polri, relawan, serta aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Nguter.

Selain memantau sejumlah titik rawan, rombongan juga memberikan edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun daun-daun kering.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Sukoharjo Kejar Target MPLS 31 Juli, Pembangunan Gedung Dikebut

Camat Nguter Sukatman mengatakan, kegiatan patroli dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian kebakaran lahan tidak kembali terulang.

Menurutnya, kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang membuat api sangat mudah merambat ke area yang lebih luas.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah ataupun daun-daun kering karena sangat berbahaya. Saat ini angin bertiup cukup kencang, sehingga api dapat dengan cepat merambat ke lahan lain bahkan permukiman warga," ujar Sukatman.

Baca Juga: Kekeringan Di Sukoharjo Meluas, 1.179 Jiwa Krisis Air Bersih

Sukatman menambahkan, sepanjang musim kemarau tahun ini telah terjadi empat kali kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Nguter.

Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Pengkol, Desa Celep, Desa Plesan, dan Desa Lawu.

Menurut Sukatman, kejadian tersebut menjadi peringatan agar seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Ia meminta warga memilih cara yang lebih aman dalam mengelola sampah maupun membersihkan kebun tanpa menggunakan api.

"Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat titik api atau potensi kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum meluas," tegasnya.

Forkopimcam Nguter juga memastikan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla akan terus dilakukan selama musim kemarau sebagai upaya meminimalkan risiko kebakaran yang dapat mengancam lahan pertanian maupun permukiman warga. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kebakaran lahan dan hutan karhutla Forkompimca nguter sukoharjo