RADARSOLO.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi.
Seperti yang dialami lanjut usia (lansia) warga Dukuh Sambiloro, Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo yakni Minto Paimin, 82 ini.
Dia meninggal secara mengenaskan setelah diduga terjebak kobaran api di area ladang Dongiri, Dukuh Tangkil, Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Jumat (24/7/2026) petang.
Baca Juga: Tarkam Voli Mewah di Sambungmacan Sragen Bakal Diramaikan Pemain Proliga hingga Timnas
Korban diketahui berangkat ke tegalan miliknya sekitar pukul 10.00 WIB untuk mencari rumput sebagai pakan ternak sapi. Berdasarkan informasi kepolisian, korban membawa karung, sabit, dan korek api.
Di lokasi, korban diduga membakar rumput, ranting, dan dedaunan kering. Namun, api dengan cepat membesar akibat tiupan angin hingga korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Keberadaan korban baru diketahui sekitar pukul 18.10 WIB saat anak dan cucunya mencari karena korban belum juga pulang.
Setibanya di lokasi, keduanya menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka bakar pada sebagian tubuhnya.
Camat Bendosari Firmansyah menyampaikan, insiden memilukan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak membuka lahan atau membersihkan kebun dengan cara membakar. Terlebih pada musim kemarau yang membuat vegetasi sangat mudah terbakar.
”Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran rumput maupun sampah di lahan terbuka karena risikonya sangat tinggi. Cuaca yang panas disertai angin kencang membuat api sangat cepat merambat dan sulit dikendalikan,” ujar Firmansyah, Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: Ratusan Prajurit Yonif TP 449 Terjun Padamkan Karhutla di Tawangsari Sukoharjo
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, TNI, Polri, dan relawan terus mengintensifkan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat.
Menurutnya, kewaspadaan seluruh warga sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
”Kami berharap masyarakat lebih mengutamakan keselamatan. Jangan melakukan pembakaran terbuka, apalagi jika dilakukan seorang diri. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tambahnya.
Baca Juga: Petani Bulukerto Wonogiri Semringah, Harga Ubi Madu Pecah Rekor Tertinggi Jadi Rp8.000 per Kg
Sementara itu, hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 25 persen pada bagian wajah, leher, kedua tangan, dan kedua kaki.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan Tim Inafis Polres Sukoharjo, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Peristiwa ini menjadi korban jiwa pertama yang tercatat akibat kebakaran lahan di Kabupaten Sukoharjo pada musim kemarau tahun ini.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Sukoharjo Kejar Target MPLS 31 Juli, Pembangunan Gedung Dikebut
Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan guna mencegah meluasnya kebakaran dan jatuhnya korban jiwa. (kwl/adi)
Editor : Adi Pras