Damkar Sukoharjo Tangani 959 Kejadian Periode Januari-Juni 2026, Didominasi Non Kebakaran

Iwan Kawul • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:04 WIB
Ilustrasi petugas Damkar Sukoharjo mengevakuasi kera liar ekor panjang yang mengacak-acak gamelan di Laboratorium Budaya Univet Bantara, Senin (22/6). (DOK. DAMKAR SUKOHARJO)
Ilustrasi petugas Damkar Sukoharjo mengevakuasi kera liar ekor panjang yang mengacak-acak gamelan di Laboratorium Budaya Univet Bantara, Senin (22/6). (DOK. DAMKAR SUKOHARJO)

RADARSOLO.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo mencatat 959 penanganan kejadian, selama periode Januari-Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, penanganan non-kebakaran mendominasi sebanyak 867 kejadian.

Sedangkan kebakaran tercatat 92 kejadian.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, tingginya penanganan non-kebakaran menunjukkan peran damkar tidak sekadar memadamkan api.

Lebih dari itu, damkar juga memberikan pelayanan rescue kepada masyarakat dan satawa, dalam berbagai kondisi darurat.

Baca Juga: Kemarau Bawa Berkah Bagi Petani Jambu Air Pranan Sukoharjo, Rasa Buah Jauh Lebih Manis

"Selama enam bulan pertama tahun 2026, total ada 959 kegiatan penanganan. Sebanyak 92 merupakan kejadian kebakaran, sedangkan 867 lainnya merupakan penanganan non kebakaran seperti evakuasi hewan, sarang tawon hingga penyelamatan lainnya," ujar Margono.

Dari total 92 kejadian kebakaran, sebanyak 79 laporan merupakan kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Sementara 13 laporan lainnya merupakan bantuan pemadaman di luar wilayah Sukoharjo. Akibat kejadian kebakaran tersebut, nilai kerugian material diperkirakan mencapai Rp 3.206.700.000.

Baca Juga: Ratusan Pesilat Jawa-Bali Ramaikan Bupati Sukoharjo Cup 2026 Di Gor Bung Karno, Ada Peserta Timor Leste Juga

Meski demikian, petugas Damkar juga berhasil menyelamatkan aset masyarakat dengan nilai taksiran sekitar Rp 19.000.000.000 berkat respons cepat dalam penanganan kebakaran.

Selain penanganan kebakaran, layanan non kebakaran menjadi pekerjaan yang paling banyak ditangani petugas damkar.

Kasus penanganan animal rescue mendominasi dengan 356 laporan, disusul evakuasi sarang tawon 267 laporan, urban rescue 72 laporan, serta pelepasan cincin 27 laporan.

Menurut Margono, meningkatnya permintaan layanan non kebakaran menjadi bukti bahwa masyarakat semakin memahami fungsi damkar sebagai layanan penyelamatan yang dapat dihubungi saat menghadapi berbagai situasi darurat.

Di sisi lain, upaya pencegahan juga terus diperkuat.

Selama Januari hingga Juni 2026, damkar Sukoharjo telah melaksanakan 129 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat serta 16 kegiatan inspeksi kebakaran di berbagai lokasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan standar keselamatan kebakaran dipenuhi.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Di Sukoharjo Mengganas, Sebulan 30 Kejadian

"Kami tidak hanya fokus pada penanganan saat kejadian, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan inspeksi. Harapannya, angka kejadian kebakaran dapat terus ditekan dan masyarakat semakin memahami langkah-langkah pencegahan maupun penanganan awal apabila terjadi kebakaran," kata Margono.

Margono mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik, kompor, maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera menghubungi Damkar apabila menemukan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan penyelamatan sehingga dapat segera ditangani secara cepat dan tepat. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kejadian non kebakaran kebakaran sukoharjo animal rescue damkar