RADARSOLO.COM – Bengkel sepeda milik Tukiman di Dusun Pondok RT 02 RW 02, Kecamatan Nguter, Sukoharjo ludes terbakar, Minggu malam (26/7). Kebakaran diduga dipicu keteledoran istri pemilik bengkel yang mengisi BBM ke motornya, saat suami sedang nambal ban.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo Margono menjelaskan, kebakaran dilaporkan warga sekira pukul 20.15 WIB.
Setelah menerima laporan, personel damkar langsung diterjunkan ke lokasi.
"Petugas berangkat pukul 20.16 WIB dan tiba di lokasi pukul 20.18 WIB, dengan waktu respons dua menit. Lokasi kejadian berjarak kurang lebih 3 kilometer dari Pos Damkar," jelas Margono.
Baca Juga: Damkar Sukoharjo Tangani 959 Kejadian Periode Januari-Juni 2026, Didominasi Non Kebakaran
Sebanyak dua unit armada damkar diterjunkan bersama Regu 03 Damkar Sukoharjo untuk memadamkan kobaran api.
Selama proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 6.000 liter air hingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke rumah yang berada di dekat bengkel.
Margono menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan sementara, api bermula ketika Tukiman sedang menambal ban sepeda onthel.
Pada saat bersamaan, istrinya mengisi bensin ke sepeda motor dalam jarak yang sangat dekat dengan sumber api.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Di Sukoharjo Mengganas, Sebulan 30 Kejadian
Percikan api kemudian menyambar uap BBM hingga memicu kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 12 meter persegi area bengkel terbakar dari total luas bangunan sekitar 40 meter persegi. Sejumlah sepeda onthel yang berada di dalam bengkel ikut hangus dilalap api.
"Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta dari nilai aset sebelum terbakar sekitar Rp25 juta. Sekitar 85 persen objek terbakar, sementara 15 persen aset masih berhasil diselamatkan berkat penanganan cepat petugas," kata Margono.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Penanganan di lokasi juga melibatkan personel Polsek Nguter dan Damkar Kodim.
Margono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang melibatkan api terbuka, terutama jika di sekitar lokasi terdapat bahan bakar atau benda mudah terbakar.
"Pastikan tidak ada sumber api yang berdekatan dengan BBM atau bahan mudah terbakar lainnya. Kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang mengakibatkan kerugian besar," pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo