RADARSOLO.COM – Budi daya alpukat miki yang dikelola BUMDes Makmur Sejahtera Desa/Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo mulai menunjukkan hasil.
Tidak hanya menghasilkan panen dalam jumlah besar pada Juli 2026 ini, buah alpukat dari kebun tersebut sudah terserap pasar.
Ini berkat kerja sama dengan pihak ketiga, yang memasok buah ke jaringan toko ritel.
Kepala Desa (Kades) Polokarto Suharno mengatakan, panen kali ini mencapai 1 ton.
Seluruh hasilnya langsung diborong mitra, yang telah menjalin kontrak kerja sama dengan BUMDes.
Baca Juga: Suami Nambal Ban Sambar Motor Istri Lagi Isi BBM, Bengkel Di Nguter Sukoharjo Ludes
Menurutnya, pola kemitraan tersebut memberikan kepastian pemasaran, sehingga pengelola tidak lagi kesulitan mencari pembeli saat musim panen.
"BUMDes Makmur Sejahtera sudah menjalin kontrak kerja sama dengan pihak ketiga. Panen 1 ton langsung diserap semuanya oleh mitra tersebut," ujar Suharno.
Suharno menambahkan, sebagian lahan kebun alpukat memang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan buah sesuai kontrak kerja sama.
Baca Juga: Damkar Sukoharjo Tangani 959 Kejadian Periode Januari-Juni 2026, Didominasi Non Kebakaran
Sementara sebagian lahan lainnya dikembangkan sebagai kawasan agrowisata petik alpukat, yang diharapkan menarik kunjungan wisatawan, sekaligus menambah sumber pendapatan asli desa (PADes).
Menurut Suharno, keberadaan kontrak pemasaran menjadi nilai tambah dalam pengembangan komoditas alpukat.
Dengan adanya kepastian pembeli, pengelola dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas dan kualitas buah tanpa dibayangi kekhawatiran hasil panen tidak terserap pasar.
"Kami ingin membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Tidak hanya menanam, tetapi juga memastikan hasil panen memiliki pasar yang jelas. Dengan begitu usaha alpukat menjadi lebih menjanjikan," katanya.
Suharno menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 950 pohon alpukat varietas Miki yang sudah memasuki masa produktif.
Setiap pohon rata-rata mampu menghasilkan lebih dari 15-20 kilogram buah dalam satu kali periode panen.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Di Sukoharjo Mengganas, Sebulan 30 Kejadian
Melihat potensi tersebut, Desa Polokarto optimistis pengembangan alpukat dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.
Selain didukung produktivitas yang tinggi, adanya kemitraan dengan pembeli tetap menjadi jaminan serapan pasar sehingga usaha budidaya alpukat memiliki prospek yang semakin cerah.
Di sisi lain, pengembangan agrowisata petik alpukat juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat potensi wisata berbasis pertanian di desa tersebut. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo