RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo mendorong penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS).
Sebab metode ini diyakini meningkatkan produktivitas panen padi, sekaligus menekan biaya produksi.
Sebagai langkah awal, teknologi tersebut akan diterapkan melalui demonstrasi plot (demplot) di seluruh kecamatan di Kota Makmur.
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, PMAAS merupakan metode budi daya padi yang menggabungkan sistem tanam jajar legowo, dengan teknik tanam benih langsung (tabela).
Menariknya, metode ini tanpa melalui persemaian.
Baca Juga: Alpukat Polokarto Sukoharjo Panen Raya, Ada Jaminan Langsung Diserap Ritel Berjejaring
“Metode ini dirancang untuk meningkatkan populasi tanaman secara signifikan. Dengan jajar legowo dan tanam benih langsung, populasi tanaman ditargetkan mendekati satu juta batang per hektare. Sehingga produksi padi bisa ditingkatkan,” jelas Bagas, kemarin (28/7).
Bagas menambahkan, penggunaan tabela membuat petani tak lagi memerlukan persemaian maupun tenaga tanam untuk memindahkan bibit ke lahan.
Selain menghemat biaya tenaga kerja, metode tersebut juga menghilangkan stres tanaman akibat proses pindah tanam. Sehingga umur tanaman menjadi lebih pendek dan pertumbuhannya lebih optimal.
Baca Juga: Damkar Sukoharjo Tangani 959 Kejadian Periode Januari-Juni 2026, Didominasi Non Kebakaran
Semakin tinggi populasi tanaman, maka potensi hasil panen juga meningkat.
Namun, peningkatan populasi tersebut harus diimbangi penggunaan pupuk yang sesuai kebutuhan tanaman, serta pemeliharaan yang lebih terukur agar hasilnya maksimal.
“Selain meningkatkan produksi, metode ini juga membuat pemeliharaan tanaman lebih mudah, efisiensi usaha tani meningkat. Selain itu, biaya produksi dapat ditekan. Harapannya, pendapatan petani ikut naik,” bebernya.
Bagas menegaskan, tujuan penerapan PMAAS tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebab sistem budi daya lebih modern dan efisien.
Mempercepat adopsi teknologi tersebut, distankan akan membangun demplot PMAAS di seluruh kecamatan.
Setiap penyuluh pertanian wajib memiliki lokasi percontohan sebagai media pembelajaran bagi para petani.
“Nanti hasil demplot akan ditunjukkan kepada petani. Harapannya, mereka melihat langsung bahwa metode PMAAS meningkatkan produksi, menambah pendapatan, sekaligus menekan biaya usaha tani,” ujr Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo