RADARSOLO.COM – Kekeringan di Kabupaten Sukoharjo, terutama di sisi selatan kian meluas.
Dampaknya, ribuan jiwa krisis air bersih. Mengatasi permasalahan tersebut, sudah diupayakan dropping puluhan tangki air bersih yang dibarengi dengan pengadaan pipanisasi.
Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. Reza Sahputra menjelaskan, sasaran pipanisasi di Kecamatan Weru dan Bulu, Rabu (29/7).
Tujuan dari gerakan tersebut, yakni memperluas jangkauan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga.
Menurut damdim, pipanisasi melibatkan jajaran TNI, PMI, pegiat sosial, komunitas, hingga sektor swasta.
Aksi kemanusiaan tersebut merupakan wujud kepedulian, sekaligus sinergi berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
“Kami bersama pegiat sosial se Solo Raya menyalurkan total enam tangki air bersih. Ini bentuk kepedulian dan sinergi antara TNI dengan masyarakat dalam membantu sesama. Khususnya warga yang sedang terdampak kekeringan,” ungkap dandim.
Ketua PMI Sukoharjo dr. Kunari Mahanani menambahkan, pipanisasi tersebut merupakan solusi agar distribusi air lebih efektif.
Baca Juga: Penuhi Panggilan KPK, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Datangi Mapolresta Solo Bersama 4 ASN
“Kami menyerahkan bantuan instalasi pipa di Kecamatan Weru,” bebernya.
Kunari menambahkan, bantuan pipa tersebut diharapkan memperluas jangkauan distribusi air bersih hingga ke permukiman. Sebab masih banyak permukiman warga yang sulit dijangkau armada tangki.
“Di Kecamatan Weru, kami menyerahkan bantuan pipa agar distribusi air bersih bisa menjangkau area permukiman yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, inisiator kegiatan dari Tangan Baik Solo Raya (TBSR) Rus S. Sumanto menyebut aksi sosial ini gerakan bersama yang akan terus berlanjut di berbagai daerah.
Setelah Sukoharjo, kegiatan serupa akan menyasar Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten, Boyolali, bahkan Kota Solo. Namun, bentuk bantuan menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah.
“Bantuan yang disalurkan disesuaikan kebutuhan riil di lapangan. Karakteristik bantuan di Sukoharjo berbeda dengan di Solo. Di Solo nanti kami akan membagikan sembako dan seribu bungkus es teh ke masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, dalam aksi tersebut kodim dan PMI bagikan dua tangki air bersih.
Sedangkan empat tangki lainnya berasal dari swadaya dan iuran para pegiat sosial.
Gerakan kolaboratif ini melibatkan berbagai komunitas dan lembaga, di antaranya Tangan Baik Soloraya (TBSR), PMI Sukoharjo, Pejuang Sosial Community (PSC), Teh Sepeda Balap, RS Asa Bunda Sukoharjo, OM Sesaji, Info Cegatan Sukoharjo (ICS), serta Mlampah Solo. (kwl)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo