RADARSOLO.COM – Anggapan bahwa program transmigrasi telah berhenti ternyata tidak benar.
Hingga kini pemerintah pusat masih menjalankan program tersebut, meski dengan kuota yang terbatas.
Kabupaten Sukoharjo contohnya, tercatat lima kepala keluarga (KK) masuk daftar tunggu untuk diberangkatkan sebagai peserta transmigrasi.
Terkait teknis program transmigrasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Mulai dari kuota, lokasi tujuan, hingga jadwal keberangkatan tahun ini.
Baca Juga: Kartasura Sukoharjo “Jalur Sutra” Peredaran Narkoba, Bekuk Pengguna Usai Ambil Paket Sabu
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo Setyo Aji Nugroho mengatakan, transmigrasi masih berjalan dengan tujuan untuk pemerataan penduduk.
Selain itu, juga membuka kesempatan hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
“Hampir setiap tahun ada warga Sukoharjo yang menjadi peserta transmigrasi. Ini sesuai kuota yang diberikan pemerintah pusat, termasuk daerah tujuan penempatannya,” jelas Aji, Kamis (30/7).
Menurut Aji, kuota yang diberikan pemerintah memang tidak banyak. Namun, setiap tahun ada warga Kota Makmur yang mendaftar.
Baca Juga: Diperiksa 7 Jam, Plt Bupati Sukoharjo Dicecar 23 Pertanyaan KPK
Mengingat minat mengikuti program tersebut masih cukup tinggi.
Disperinaker mencatat, pemberangkatan terakhir peserta transmigrasi dari Sukoharjo pada 2024 silam. Tujuannya Mahalona, Sulawesi Selatan.
Sedangkan di 2025, tidak ada pemberangkatan sama sekali. Alhasil lima KK yang terlanjur lolos seleksi, masih berstatus sebagai daftar tunggu.
“Kelima KK warga Sukoharjo ini sebenarnya peserta transmigrasi 2025. Tapi, mereka dimasukkan pada pemberangkatan 2026. Ya karena di 2025 belum ada keberangkatan,” urai Aji.
Aji menegaskan, belum ada kepastian dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan transmigrasi tahun ini. Seluruh kebijakan mulai dari kuota, lokasi tujuan, hingga jadwal keberangkatan, sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu teknis dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah. Baik terkait kuota, lokasi tujuan, maupun jadwal keberangkatan. Daerah sifatnya hanya menunggu, dan sampai sekarang belum ada kabar,” ujarnya.
Baca Juga: Atasi Kekeringan Di Sukoharjo Selatan Dengan Dropping Air Bersih Dan Pipanisasi Ke Rumah Warga
Sementara itu, animo masyarakat mengikuti transmigrasi tinggi karena program tersebut memberi kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, trnasmigran juga memperoleh berbagai fasilitas dari pemerintah.
Mulai dari biaya perjalanan, biaya hidup, rumah tinggal, hingga lahan untuk pertanian maupun perkebunan.
“Syaratnya, peserta wajib berkeluarga. Nantinya, seluruh anggota keluarga ikut berangkat ke lokasi tujuan transmigrasi,” beber Aji. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo