Prajurit TNI Dibekali Pengelolaan Sampah Mandiri

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:52 WIB
Prajurit Yonif TP 449 dibekali pengelolaan sampah usai menjalani pelatihan dengan DLH dan Bank Sampah Induk (BSI) Mulur. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Prajurit Yonif TP 449 dibekali pengelolaan sampah usai menjalani pelatihan dengan DLH dan Bank Sampah Induk (BSI) Mulur. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Persoalan sampah yang semakin kompleks mendorong berbagai pihak mengambil langkah nyata.

Salah satunya dilakukan Batalyon Infanteri TP 449/Satria Haprabu (Yonif TP 449/SH) Kabupaten Sukoharjo, yang menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo dan Bank Sampah Induk (BSI) Mulur.

Prajurit TNI diedukasi terkait pengelolaan sampah mandiri.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di kawasan Marshalling Area Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Jumat (31/7).

Baca Juga: Diduga Serangan Jantung, Lansia Penjual Rongsokan Ambruk dari Motor lalu Meninggal Di Kartasura

Puluhan prajurit tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan sebagai bekal dalam mengelola sampah secara ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.

Dalam sosialisasi itu, peserta dikenalkan dengan konsep bank sampah sebagai tempat pengumpulan sampah anorganik yang dapat didaur ulang menggunakan sistem menabung layaknya perbankan.

Selain itu, prajurit juga mendapat materi budidaya maggot yang memanfaatkan sampah organik menjadi pakan alternatif berkadar protein tinggi untuk ikan maupun unggas.

Tak hanya itu, berbagai teknologi sederhana pengolahan sampah turut diperkenalkan, mulai dari pembuatan komposter, biopori, Loseda (Lodong Sesa Dapur), eco enzym, hingga ecobrick untuk memanfaatkan limbah nonorganik.

Baca Juga: Eko Sapto Sidak Pasar Kartasura, Ingatkan Renovasi Pantang Molor

Pengurus Bank Sampah Induk Mulur, Nisa mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi dalam mengatasi persoalan sampah yang kini menjadi tantangan serius.

"Program ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah yang saat ini semakin serius. Kami berharap para prajurit Yonif TP 449 dapat memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Terima kasih kepada Yonif TP 449 yang telah memberikan kesempatan kepada kami. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat," ujar Nisa.

Sementara itu, Komandan Yonif TP 449/SH Kabupaten Sukoharjo Mayor Inf. Edy Riwanto menyambut baik sinergi tersebut.

Menurutnya, pengelolaan sampah dan budidaya maggot tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

"Yonif TP 449/SH siap menjalin sinergi strategis dengan DLH Sukoharjo dan seluruh pihak terkait. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Yonif TP 449/SH dalam membantu mengatasi persoalan sampah. Saya berharap ini menjadi titik awal sekaligus momentum bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersih menuju Indonesia Emas," ungkapnya.

Melalui kerja sama tersebut, Yonif TP 449/SH berharap para prajurit tidak hanya memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menjadi pelopor pengelolaan sampah yang produktif di lingkungan satuan maupun di tengah masyarakat. (kwl/nik)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
yonif tp 449 tni pengelolaan sampah sukoharjo