Pembangunan Gedung Belum Selesai, Mensos Tetap Buka MPLS Sekolah Rakyat Sukoharjo

Iwan Kawul • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Mensos Saifullah Yusuf buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sukoharjo, Sabtu (1/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Mensos Saifullah Yusuf buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sukoharjo, Sabtu (1/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Tahun ajaran baru 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sukoharjo resmi dimulai, Sabtu (1/8).

Diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang dibuka langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf, didampingi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo.

MPLS diikuti 226 siswa baru. Terdiri dari 44 siswa SD, 92 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Jika digabungkan dengan yang lebih dulu belajar di SRT se Solo Raya, SRT 1 Sukoharjo kini memiliki 458 siswa.

Baca Juga: Investasi Sukoharjo Tembus Rp 580 Miliar, Didominasi Sektor Perumahan dan Kawasan Industri

“Hari ini (kemarin) kami bersama Plt bupati Sukoharjo memulai satu proses pembelajaran, yang diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS,” ucap Saifullah Yusuf dalam sambutannya.

Saifullah mengakui, pembangunan SRT 1 Sukoharjo belum kelar 100 persen.

Menurutnya, pemerintah sengaja tidak menunggu pembangunan selesai, agar siswa tetap mendapatkan kesempatan belajar. 

“Gedungnya memang belum semuanya selesai, tapi progresnya sudah 98 persen. Proses pembelajarannya sudah bisa dimulai di gedung permanen,” imbuhnya.

Baca Juga: Lolos Seleksi Sejak 2025, Lima KK Asal Sukoharjo Tak Kunjung Berangkat Transmigrasi

Kompleks SRT 1 Sukoharjo nantinya diproyeksikan mampu menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Seluruh peserta didik akan menjalani sistem pendidikan berasrama.

Saifullah menegaskan, sekolah rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto, untuk memutus rantai kemiskinan.

Anak-anak dengan latar belakang keluarga miskin (gakin) difasilitasi pendidikan berkualitas yang sepenuhnya dibiayai negara.

“Ini persembahan dari Presiden Prabowo Subianto, untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu. Sehingga mereka memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,” ujarnya.

Meski menjadi program pemerintah pusat, Saifullah menilai keberhasilan sekolah rakyat tidak bisa dilepaskan dari dukungan pemerintah daerah.

Dia berharap Pemkab Sukoharjo membantu memenuhi berbagai kebutuhan operasional selama masa transisi. Mulai dari air bersih, tenaga kebersihan, pengelolaan sampah, keamanan, hingga guru.

Baca Juga: Kartasura Sukoharjo “Jalur Sutra” Peredaran Narkoba, Bekuk Pengguna Usai Ambil Paket Sabu

“Kami harapkan partisipasi dan dukungan Pemerintah Daerah Sukoharjo, agar pada masa transisi ini fasilitas sekolah rakyat bisa terpenuhi,” bebernya.

Terkait rekriutmen guru definitif sekolah rakyat, secara nasional masih berlangsung. Ditargetkan rampung pada akhir Agustus hingga awal September.

Saifullah juga mengapresiasi sinergitas Pemkab Sukoharjo bersama forkompimda, yang dinilai berperan besar dalam mempercepat operasional sekolah.

“Saya ingin menyampaikan, bahwa dukungan daerah cukup bagus, termasuk Pemkab Sukoharjo ini. Dukungan dari forkompimda juga luar biasa. Ini sangat membantu kepala sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Saifullah membeberkan target pengembangan sekolah rakyat secara nasional.

Tahun ini pemerintah menargetkan 30.000 siswa baru. Ditambah 15.000 siswa yang telah diterima sebelumnya, total peserta didik sekolah rakyat di Indonesia mencapai 45.000 anak.

“Target besar presiden adalah, setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen sekolah rakyat. Sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh pendidikan layak, berkualitas, dan berkelanjutan,” paparnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
srt 1 sukoharjo sekolah rakyat terintegrasi 1 sukoharjo mensos MPLS saifullah yusuf