RADARSOLO.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis tegaskan komitmen untuk memperkuat sektor pertanian melalui dukungan anggaran.
Bahkan, komisi IV sepakat tidak akan menyunat anggaran yang diajukan Kementerian Pertanian, karena menjadi kunci mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dijumpai di sela penyerahan bantuan pertanian di Graha Satya Praja Sukoharjo, Senin (3/8), Abdul Kharis mengaku dukungan anggaran menjadi salah satu faktor penting.
Sehingga terwujud percepatan pencapaian swasembada beras.
Baca Juga: Pertanian Sukoharjo Digelontor Dana fantastis! Rp 24 Miliar Untuk 220 Kelompok Tani
“Kami di komisi IV punya cita-cita, tidak akan mencoret satu rupiah pun anggaran pertanian. Seluruh usulan anggaran dari Kementerian Pertanian tidak kami kurangi, bahkan kami dorong agar ditambah. Sehingga manfaatnya semakin besar bagi petani,” kata Abdul Kharis.
Terkait swasembada beras, pemerintah pasang target 2029. Kini, target itu berhasil diwujudkan lebih cepat pada 2025.
“Sejak 2025 Indonesia tidak lagi gimpor beras. Bahkan tahun ini kami optimistis surplus produksi beras yang cukup besar. Sekarang pemerintah sedang memikirkan surplus ini bisa diekspor, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani,” imbuhnya.
Baca Juga: Kekeringan di Bulu Sukoharjo Meluas, Gencarkan Dropping Air Bersih
Abdul Kharis menilai, kondisi petani saat ini semakin membaik. Harga gabah di tingkat petani mencapai Rp 7.800 per kilogram (kg).
Jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kg. Selain itu, distribusi pupuk bersubsidi dinilai semakin lancar.
“Harga gabah sangat baik dan pupuk bersubsidi sekarang relatif mudah didapat. Kalaupun masih ada kendala, umumnya persoalan teknis di lapangan. Kami ingin kebijakan anggaran benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo