Redakan Tantrum Siswa Sekolah Rakyat Sukoharjo, Tunjuk Wali Asuh Gantikan Peran Orang Tua

Iwan Kawul • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Sejumlah siswa menghuni asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sukoharjo di malam hari. (Dok. Dinsos Sukoharjo)
Sejumlah siswa menghuni asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sukoharjo di malam hari. (Dok. Dinsos Sukoharjo)

RADARSOLO.COM – Kehidupan di asrama menjadi pengalaman baru bagi ratusan siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Sukoharjo.

Belum genap sepekan meninggalkan orang tua, sejumlah siswa, terutama jenjang SD dan SMP masih berjuang beradaptasi dengan lingkungan baru.

Rasa rindu rumah membuat beberapa anak menangis hingga tantrum.

Di balik proses adaptasi tersebut, hadir sosok wali asuh yang mengambil peran layaknya orang tua.

Baca Juga: SK Pilkades Serentak 2026 Di Sukoharjo Terbit, DPRD Ingatkan Celah Hukum

Mereka mendampingi, menenangkan, sekaligus memastikan anak-anak tetap merasa aman dan nyaman selama tinggal di asrama.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. Mengingat sebagian besar siswa baru pertama kali tinggal jauh dari keluarga.

"Memang belum genap satu pekan mereka meninggalkan orang tua dan tinggal di asrama. Ada beberapa anak yang sampai tantrum karena kangen bapak, ibu, dan rumah. Teman-teman wali asuh membujuk mereka dengan mengalihkan perhatian melalui berbagai aktivitas. Alhamdulillah mereka bisa tenang kembali," ujarnya, Selasa (4/8).

Menurut Yunia, berbagai kegiatan sengaja disiapkan agar anak-anak tidak larut dalam rasa rindu.

Baca Juga: Ubah Residu Jadi Cuan, Tim PKM HGR UNS Latih Pemasaran Digital dan Teknologi Waste to Energy di Bank Sampah Kopen Sae Sukoharjo

Saat waktu malam misalnya, para wali asuh mengajak siswa bermain dan melakukan aktivitas yang menyenangkan, sehingga suasana menjadi lebih akrab.

Ia menjelaskan, siswa SD dan SMP cenderung cepat membaur dan bermain bersama tanpa memandang jenjang kelas.

Sementara siswa SMA masih lebih banyak berinteraksi dengan teman sebayanya.

Namun, memasuki malam hari, seluruh siswa mulai menunjukkan perkembangan positif dengan semakin akrab satu sama lain.

"Kalau malam sekarang mereka sudah mulai membaur. Adaptasinya terus berjalan dan kondisinya semakin baik," katanya.

Yunia menegaskan, selama berada di asrama, seluruh siswa menjadi tanggung jawab wali asuh.

Mereka berperan sebagai orang tua sekaligus kakak yang mendampingi anak-anak selama 24 jam di luar kegiatan belajar di kelas.

Baca Juga: Pertanian Sukoharjo Digelontor Dana fantastis! Rp 24 Miliar Untuk 220 Kelompok Tani

"Di asrama ini anak-anak menjadi tanggung jawab wali asuh. Mereka bertindak sebagai orang tua atau kakak bagi para murid. Rasionya satu wali asuh mendampingi sepuluh anak," jelasnya.

Selain wali asuh, di lingkungan asrama juga terdapat wali asrama yang memiliki tugas berbeda.

Yunia mengibaratkan wali asrama sebagai sosok "ibu kos" yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kehidupan di asrama secara umum.

"Wali asuh dan wali asrama itu personelnya berbeda. Guru tetap bertugas mengajar di kelas, sedangkan wali asuh saat ini berasal dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). 

Mereka dipilih karena sudah terbiasa mendampingi keluarga dan anak-anak," terangnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
srt 1 sukoharjo sekolah rakyat terintegrasi 1 sukoharjo siswa tantrum wali asuh asrama