RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo terus memperkuat ketahanan pangan saat menghadapi potensi anomali iklim.
Kabar gembiranya, program irigasi perpompaan yang dibiayai APBN senilai Rp 8,4 miliar hampir selesai.
Diharapkan program tersebut bisa menopang kebutuhan air untuk musim tanam (MT) III.
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, sudah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program irigasi perpompaan, Kamis (6/8). Program ini tersebar di 48 titik.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Antarlembaga, Kunci Penanganan Karhutla Di Sukoharjo
“Hari ini kami monitoring dan evaluasi terhadap program irigasi perpompaan di Kabupaten Sukoharjo. Ada 48 titik dengan total anggaran Rp 8,4 miliar yang bersumber dari APBN. Sudah dikerjakan melalui pola swakelola oleh kelompok tani,” jelas Bagas.
Bagas menambahkan, mayoritas pembangunan telah selesai dan siap dimanfaatkan petani.
Sementara beberapa titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian, dengan progres yang dinilai sangat baik.
“Alhamdulillah beberapa lokasi sudah selesai dan siap digunakan. Beberapa lokasi lainnya sedang berproses dan progresnya sangat baik. Tinggal menunggu penyambungan jaringan listrik. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN, dan insya Allah segera mendapat dukungan untuk penarikan jaringan listrik,” jelasnya.
Baca Juga: Perlintasan Sebidang Gadingan Sukoharjo Ditutup, Warga Swadaya Bangun Jalan Alternatif
Menurut Bagas, keberadaan jaringan listrik menjadi tahapan penting agar pompa segera dioperasikan.
Dengan demikian, pasokan air irigasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung MT III yang akan segera dimulai.
“Saat ini lahan masih ditanami berbagai komoditas seperti kedelai dan semangka. Setelah panen, nanti akan kami arahkan kembali untuk ditanami padi agar luas tambah tanam semakin meningkat,” bebernya.
Bagas menambahkan, program irigasi perpompaan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengantisipasi dampak El Nino.
Termasuk anomali iklim yang berpotensi mengurangi ketersediaan air di lahan pertanian.
“Insya Allah program ini dapat memitigasi dampak anomali iklim El Nino, sekaligus meningkatkan luas tambah tanam. Harapannya, produktivitas dan produksi padi di Kabupaten Sukoharjo terus meningkat. Sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ujarnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo