Manfaat Ganda Budi Daya Ayam Petelur Di Tepisari Sukoharjo, Tekan Angka Stunting Dan Dongkrak Pendapatan Desa

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:05 WIB
Pekerja memasukkan ayam petelur ke kandang yang dikelola BUMDes Sari Rejeki, Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jumat (7/8). (DOK. KADES TEPISARI)
Pekerja memasukkan ayam petelur ke kandang yang dikelola BUMDes Sari Rejeki, Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jumat (7/8). (DOK. KADES TEPISARI)

RADARSOLO.COM - Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto menjadi salah satu contoh pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes) di Kabupaten Sukoharjo.

Unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Sari Rejeki, memberikan manfaat ganda.

Pendapatan asli desa (PADes) meningkat.

Selain itu, peluang usaha terbuka dan membantu menekan angka stunting.

Baca Juga: Banjir Keluhan Sampah, Sungai Gandul Selatan Pasar Gawok Sukoharjo Akhirnya Dibersihkan

Pagi baru saja merekah di Desa Tepisari.

Dari sebuah kandang ayam petelur milik BUMDes Sari Rejeki, suara kokok ayam bersahut-sahutan menjadi penanda dimulainya aktivitas. 

Di balik ribuan ayam yang dipelihara, tersimpan sebuah cita-cita besar.

Membangun ekonomi desa, sekaligus memastikan warga mendapatkan asupan protein bergizi dengan harga terjangkau.

Kepala Desa (Kades) Tepisari Basuki Rahmat mengatakan, peternakan ayam petelur dipilih karena prospeknya menjanjikan.

Potensi sumber daya alam, ketersediaan tenaga kerja, serta tingginya kebutuhan telur di Sukoharjo menjadi alasan utama.

“Setahun terakhir kami sudah uji coba dan hasilnya cukup menggembirakan. Tahun ini, kami masuk tahap pengembangan kedua dengan kapasitas 2.500 ekor ayam petelur,” jelas Basuki, Jumat (7/8).

Pengembangan kandang didanai penyertaan modal BUMDes, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tepisari 2025 senilai Rp 300 juta.

Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat, BUMDes menargetkan usaha tersebut mencapai titik impas sekira satu tahun.

Namun, bagi Pemerintah Desa Tepisari, keuntungan bukan satu-satunya tujuan. Sebagian hasil produksi telur dialokasikan untuk program sosial desa.

Telur dibagikan gratis untuk asupan gizi balita dan lansia.

Baca Juga: Irigasi Perpompaan Rp 8,4 Miliar Sokong Masa Tanam III Di Sukoharjo

“Ini upaya kami menekan angka stunting. Jadi, peternakan bukan hanya usaha ekonomi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat,” imbuh Basuki.

Komitmen tersebut terlihat dalam kebijakan penjualan telur yang diterapkan BUMDes.

Saat harga telur di pasaran melonjak, BUMDes Sari Rejeki justru menjual dengan harga miring. Di kisaran Rp 23.500 per kilogram (kg).

Harga miring karena telur dipasok langsung dari peternakan BUMDes.

Sehingga rantai distribusi lebih pendek. Selain eceran, juga memasok kebutuhan warung makan dan usaha katering.

“Harapannya, masyarakat mendapatkan telur berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Kami ingin BUMDes hadir bukan hanya sebagai lembaga bisnis, tetapi juga memiliki fungsi sosial," beber Basuki.

Langkah Desa Tepisari mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno.

Menurutnya, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan business plan BUMDes Sari Rejeki cukup matang dan memiliki prospek jangka panjang.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Antarlembaga, Kunci Penanganan Karhutla Di Sukoharjo

“Model usaha seperti ini sangat baik, karena meningkatkan pendapatan desa sekaligus mendukung penyediaan bahan pangan bergizi bagi masyarakat. Kondisi wilayah Polokarto juga mendukung untuk pengembangan peternakan ayam petelur,” jelasnya. 

Bagas menilai keberhasilan Desa Tepisari menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kota Makmur. Setiap desa bisa mengembangkan unit usaha sesuai potensi yang ada. Mulai dari peternakan, pertanian, hingga persewaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Kami akan terus memberikan pendampingan melalui penyuluh pertanian. Sehingga BUMDes-BUMDes di Sukoharjo semakin kuat dan mandiri,” tegasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
ayam petelur desa tepisari bumdes polokarto sukoharjo