Pesawat Tanpa Awak Jatuh Timpa Atap Rumah di Mojolaban Sukoharjo: Terdengar Ledakan Disusul Kobaran Api

Iwan Kawul • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 00:08 WIB
Drone yang menimpa atap rumah warga Dukuh Nglayang RT 02/RW 12, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (7/8). (ISTIMEWA)
Kondisi pesawat tanpa awak yang menimpa atap rumah warga Dukuh Nglayang RT 02/RW 12, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (7/8). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM-Sebuah pesawat tanpa awak berukuran besar jatuh dan menimpa atap rumah warga di Dukuh Nglayang RT 02/RW 12, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (7/8).

Insiden tersebut memicu kebakaran di bagian atap rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan warga.

Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, laporan kejadian diterima petugas pada pukul 15.33 WIB dari pelapor bernama Sutami.

Baca Juga: Skor Akhir Indonesia vs Singapura Piala AFF 2026: Imbang 1-1, Garuda Gigit Jari Gugur di Fase Grup

Regu 02 Damkar Sukoharjo langsung diberangkatkan 5 menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 15.55 WIB dengan waktu respons sekitar 15 menit.

"Setibanya di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga setempat. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan," ujar Margono, Jumat (7/8).

Menurut dia, rumah korban mengalami kerusakan pada bagian atap seluas sekitar 3x2 meter akibat tertimpa drone yang kemudian memicu kebakaran.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

"Dugaan sementara kebakaran dipicu setelah drone besar jatuh menimpa atap rumah hingga terdengar ledakan keras,ujar Margono. 

"Tetangga yang mendengar suara tersebut langsung mendatangi lokasi dan berupaya memadamkan api sambil melaporkan kejadian ke Damkar," imbuhnya.

Baca Juga: Mengapa Indra Wargadalem Eks Ketua Yayasan Simpan Senjata di Sekolah Jaksel? Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Klaim Ekskul

Meski sebagian besar api telah dipadamkan warga, petugas tetap melakukan penanganan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp500 ribu. Sekitar 99 persen bangunan rumah berhasil diselamatkan sehingga kebakaran tidak meluas ke bagian rumah lainnya.

"Sinergi dan respons cepat masyarakat sangat membantu sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain," tandas Margono. (kwl)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
drone jatuh timpa rumah desa klumprit pesawat tanpa awak mojolaban damkar sukoharjo