RADARSOLO.COM – Pawai pembangunan yang selama ini menjadi salah satu agenda untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Sukoharjo, dipastikan tidak digelar tahun 2026 ini.
Meski demikian, pelaku usaha pembuat mobil hias justru tetap kebanjiran pesanan dari sejumlah daerah menjelang perayaan HUT Ke-81 RI.
Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Suyamto memastikan, karnaval pembangunan yang biasanya menampilkan ratusan kendaraan hias dari organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), perusahaan, sekolah hingga instansi vertikal ditiadakan pada 2026.
”Karnaval pembangunan yang biasanya pawai kendaraan hias ditiadakan untuk 2026 ini. Sudah diganti dengan karnaval budaya dalam rangka Hari Jadi Ke-80 Sukoharjo di Solobaru pertengahan Juli lalu,” kata Suyamto saat dikonfirmasi, Minggu (9/8).
Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk Di Perbukitan Kecamatan Bulu Sukoharjo
Peniadaan pawai kendaraan hias tersebut rupanya tidak serta-merta membuat usaha pembuat mobil hias di Sukoharjo sepi.
Salah satunya workshop milik Wawan Kristiawan, 44, di Kampung Mojo Tegalan, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota.
Menjelang HUT Ke-81 RI, workshop tersebut justru masih sibuk mengerjakan sejumlah pesanan.
Wawan mengaku mendapatkan pesanan dari beberapa daerah yang tetap menggelar karnaval pembangunan.
”Hingga saat ini sudah ada pesanan pembuatan mobil hias dari Solo, Klaten, dan Karanganyar. Daerah lain juga ada, tetapi tidak saya ambil karena waktunya berdekatan,” ujarnya.
Total sudah sekitar 10 kendaraan hias yang dipesan.
Wawan mengatakan, sebagian besar pemesan menginginkan konsep yang praktis sehingga tinggal menggunakan kendaraan hias beserta pengemudinya.
”Biasanya saya menyediakan sekaligus mobil dan sopirnya. Jadi pemesan tinggal tahu beres,” katanya.
Meski demikian, konsep dan desain kendaraan hias tidak dibuat seragam. Ide dan tema disesuaikan dengan permintaan pemesan maupun karakteristik daerah yang akan mengikuti karnaval.
Wawan menuturkan, momentum perayaan kemerdekaan menjadi salah satu periode tersibuk bagi usaha mobil hias.
Meski tahun ini Sukoharjo tidak menggelar pawai pembangunan, permintaan dari daerah sekitar membuat aktivitas di workshop tetap berjalan.
”Konsep dan idenya menyesuaikan pemesan serta tema kabupaten atau kota masing-masing,” tandasnya. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo