RADARSOLO.COM – Semangat warga Dusun Jetis, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo dalam menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tak perlu diragukan lagi.
Tahun ini, jalanan kampung di sana kembali dihias bendera sepanjang 1 kilometer (km).
Menariknya lagi, HUT kemerdekaan tahun ini dirayakan dengan sentuhan budaya melalui tema “Jatis Merah Putih Berbudaya”.
Ketua RT setempat Suwardi menjelaskan, pemilihan tema tersebut sesuai kesepakatan warga.
Baca Juga: Petakan Kerawanan Pilkades Serentak 2026 Di Sukoharjo, Dari Hoaks Hingga Potensi Serangan Fajar
Mereka sepakat mempertahankan identitas merah putih sebagai ciri khas kampung.
Salah satu yang paling mencolok, yakni bentangan kain dan bendera merah putih sepanjang 1 km.
“Tahun ini panjang bendera lebih pendek. Tahun lalu panjangnya 1,4 km,” ujar Suwardi.
Meski demikian, antisiasme dan semangat warga tidak pernah luntur. Buktinya, wajah kampung dipersolek sejak awal Juli.
Warga gotong royong mempercantik lingkungan, mulai dari pengecatan wajah desa, pemasangan umbul-umbul, hingga membentangkan ornamen merah putih di sepanjang jalan.
Berbekal pengalaman dari tahun pertama, persiapan tahun ini lebih terkoordinasi.
Warga sudah mengetahui pola pemasangan dan pembagian pekerjaan, sehingga proses menghias kampung relatif lebih mudah.
“Persiapan tidak begitu rumit seperti tahun kemarin. Ya karena tahun kemarin kan pertama kali, jadi maklum,” imbuh Suwardi.
Kegiatan menghias kampung melibatkan berbagai elemen masyarakat. Karang taruna menjadi garda terdepan, dengan didukung bapak-bapak dan emak-emak.
Menariknya, seluruh biaya berasal dari swadaya masyarakat. Warga mengumpulkan dana hingga Rp 15 juta.
Baca Juga: Karnaval Mobil Hias Di Sukoharjo Ditiadakan, Produsen Tetap Banjir Pesanan
Bagi warga, menghias kampung bukan sekadar mempercantik lingkungan. Di balik bentangan bendera dan ornamen merah putih, terselip semangat kebersamaan.
Sekaligus bentuk partisipasi masyarakat dalam mengisi momentum kemerdekaan.
Suwardi berharap semarak HUT Ke-81 Kemerdekaan RI membawa harapan baru bagi masyarakat.
Ia ingin suasana kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan dekorasi, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Mudah-mudahan negara semakin damai. Program-program pemerintah berjalan lancar, sehingga memudahkan masyarakat dalam mencari pekerjaan,” harapnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo