RADARSOLO.COM – Program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo mulai menunjukkan hasil.
Budi daya ikan lele di lahan bekas sekolah dasar (SD) tersebut, Agustus 2026 ini memasuki panen ketiga.
Hasilnya luar biasa, mencapai 1 ton sekali panen.
Direktur BUMDes Mulur Adi Prihananto menjelaskan, budi daya ini jadi unit usaha tumpuan.
Memanfaatkan 20 kolam dengan ukuran dan diameter berbeda.
Baca Juga: ASN Di Sukoharjo Patungan Dropping 126 Tangki Air Bersih Ke Wilayah Terdampak Kekeringan
“Saat ini panen ketiga. Kapasitasnya 30.000 ekor sekali panen atau kurang lebih 1 ton,” jelas Adi, kemarin (11/8).
Budi daya lele dibiayai anggaran Dana Desa (DD) 2025.
Rinciannya, 20 persen DD dialokasikan untuk program ketahanan pangan.
Nah, sebagian disedot untuk usaha perikanan melalui BUMDes.
Menurut Adi, pemanfaatan lahan menjadi salah satu keuntungan dari program tersebut.
Kolam-kolam lele diletakkan di lahan bekas SD yang mangkrak. Lahan yang sebelumnya tidak produktif, kini dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi desa.
“Hasil panen lele untuk sementara dipasarkan melalui pengepul lokal. Skema tersebut dinilai cukup membantu penyerapan hasil panen. Sehingga BUMDes tidak kesulitan mencari pasar,” ujarnya.
Baca Juga: Si Jago Merah Lahap 25 Hektare Lahan Kosong Di Bulu Sukoharjo, Pemadaman Sampai Tengah Malam
Selain budi daya lele, BUMDes Mulur juga memiliki unit usaha peternakan kambing.
Namun, unit tersebut sementara vakum. Sebab seluruh kambing terjual saat momentum Idul Adha.
“Kalau kambing sekarang harganya sedang turun. Jadi kami belum berani pelihara lagi. Nanti melihat kondisi dan harga pasar dulu,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo