RADARSOLO.COM – Kekeringan di Kabupaten Sukoharjo mulai merambah fasilitas pendidikan. SMP Negeri 1 Tawangsari terpaksa mendapat dropping air bersih setelah pasokan air di tengah musim kemarau kian terbatas.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak kekeringan semakin meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo hingga 11 Agustus 2026, sedikitnya tiga kecamatan dan delapan desa terdampak. Total 755 kepala keluarga (KK) atau 2.380 jiwa kini masuk wilayah terdampak kekeringan.
Baca Juga: 3 Hari Terjebak di Pohon, Kucing Liar Diselamatkan Damkar Wonogiri
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan kebutuhan air bersih terus meningkat. Bahkan, fasilitas umum seperti sekolah mulai membutuhkan pasokan air untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Untuk sementara ada tiga kecamatan dan delapan desa yang terdampak. Termasuk SMP 1 Tawangsari yang juga sudah kami lakukan dropping air bersih,” kata Ariyanto, Rabu (12/8/2026).
SMPN 1 Tawangsari mendapat bantuan satu tangki berkapasitas 3.000 liter pada 11 Agustus. Air bersih tersebut disalurkan melalui sumber dana CSR.
Baca Juga: Kenapa Saat Hujan Tiba-Tiba Ingin Makan Pedas? Ini 4 Alasannya
Ketersediaan air di sekolah menjadi persoalan penting karena tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan minum, tetapi juga sanitasi, kebersihan lingkungan, serta aktivitas belajar mengajar.
Krisis air paling signifikan di Kecamatan Tawangsari salah satunya terjadi di Desa Kedungjambal. Wilayah tersebut mencatat dampak terhadap 372 KK atau 1.082 jiwa.
BPBD telah menyalurkan 65 tangki atau sekitar 325.000 liter air melalui APBD. Selain itu, terdapat tambahan delapan tangki atau 46.000 liter bantuan dari CSR.
Dropping juga dilakukan ke Desa Pundungrejo sebanyak dua tangki atau 10.000 liter melalui APBD.
Kekeringan juga melanda Kecamatan Bulu. Tiga desa terdampak yakni Kunden, Kedungsono, dan Ngasinan.
Di Desa Kunden, BPBD menyalurkan 30 tangki atau 150.000 liter air melalui APBD. Bantuan CSR menambah 15 tangki dengan total 91.000 liter.
Sementara Desa Kedungsono mendapat satu tangki dari APBD dan dua tangki dari CSR. Desa Ngasinan mulai menerima dropping satu tangki berisi 5.000 liter pada 11 Agustus.
Di Kecamatan Weru, Desa Weru menerima 26 tangki atau 130.000 liter air dari APBD dan tiga tangki atau 24.000 liter dari CSR. Sedangkan Desa Jatingarang mendapat satu tangki berisi 4.000 liter melalui CSR.
Jika diakumulasi, hingga 11 Agustus BPBD Sukoharjo telah menggelontorkan 810.000 liter air bersih menggunakan 155 tangki ke wilayah terdampak.
Ariyanto mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan berdasarkan laporan dan kebutuhan di lapangan. Fasilitas umum, termasuk sekolah, juga akan menjadi perhatian apabila mulai mengalami kesulitan air.
“Kami terus melakukan pemantauan dan dropping air bersih sesuai permintaan serta kondisi masyarakat yang terdampak,” ujarnya. (kwl)
Editor : Kabun Triyatno