Akses Tambakboyo-Tangkisan Sukoharjo Terhubung Jembatan, Pangkas Jarak Memutar 7 Km

Iwan Kawul • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:34 WIB
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo cek jembatan penghubung Desa Tambakboyo-Tangkisan, Kecamatan Tawangsari yang baru saja diresmikan, Kamis (13/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo cek jembatan penghubung Desa Tambakboyo-Tangkisan, Kecamatan Tawangsari yang baru saja diresmikan, Kamis (13/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Semangat kemerdekaan tak sekadar dirayakan dengan kibaran bendera dan aneka perlombaan.

Bagi warga Desa Tambakboyo dan Tangkisan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, kemerdekaan tahun ini hadir dalam bentuk jembatan.

Lebih tepatnya Jembatan Perintis Garuda yang diresmikan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Kamis (13/8).

Jembatan tersebut menjadi akses baru yang memangkas perjalanan warga.

Baca Juga: Pemkab Sukoharjo Dan DPRD Godog Program Seragam Gratis, Optimistis Terealisasi 2027

Sebelum jembatan dibangun, masyarakat yang hendak menuju Desa Tangkisan dari Tambakboyo maupun sebaliknya, harus memutar sekitar 7 kilometer (km).

Kini, jarak tersebut bisa dipangkas.

Sehingga aktivitas masyarakat lebih efisien. Tak sekadar penghubung, jembatan ini menjadi akses utama untuk pendidikan, pertanian, hingga perekonomian.

Eko Sapto menjelaskan, Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik.

Baca Juga: HUT Kemerdekaan RI Terpusat Di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, CFD Sementara Diliburkan

Lebih dari itu, jembatan ini bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Jembatan ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga memperkokoh konektivitas wilayah. Akses ekonomi, akses sekolah, dan lainnya menjadi lebih dekat, karena sebelumnya warga harus memutar 7 km,” kata Sapto.

Sapto menambahkan, terbukanya akses antarwilayah akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat.

Warga tidak lagi harus menghabiskan waktu dan biaya lebih banyak.

Namun, Sapto mengingatkan agar warga bersama-sama menjaga jembatan tersebut.

Serta memerhatikan aturan melintas demi menjaga keamanan dan umur layanan jembatan.

“Harapan kami, masyarakat menjaga jembatan ini. Mematuhi petunjuk yang ada. Jangan melintas melebihi kapasitas,” ujarnya.

Baca Juga: Terafiliasi Judol, 5.000 Akun Bansos Di Sukoharjo Disuspend

Sapto berharap, peresmian jembatan tersebut menjadi momentum istimewa menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita berharap ini menjadi kado Hari Kemerdekaan,” bebernya.

Kepala Desa (Kades) Tambakboyo Samsul Arifin mengapresiasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini.

Menurutnya, manfaat jembatan tersebut langsung dirasakan masyarakat.

“Jembatan ini sangat bermanfaat untuk warga kami. Awalnya harus jalan memutar, sekarang setelah ada jembatan, jarak menjadi lebih dekat,” ujar Samsul.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra mengaku jembatan ini bagian dari program pembangunan desa.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya di Desa Tambakboyo. 

Di tahap ini, terdapat sejumlah jembatan lain yang juga dibangun di Kota Makmur.

“Di Kabupaten Sukoharjo pada tahap ini ada lima jembatan yang dibangun. Masing-masing satu jembatan di Desa Turejo, Kecamatan Weru; Desa Majasto, Tawangsari; Desa Pandean, Grogol; serta dua jembatan di Desa Tepisari, Polokarto,” ungkap dandim. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
jembatan garusa tawangsari sukoharjo desa tambakboyo