RADARSOLO.COM – Merah Putih menjadi titik temu bagi 74 pelajar dari beragam latar belakang yang resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sukoharjo 2026.
Mereka bukan hanya dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Saka, tetapi juga menjadi gambaran nyata semangat kebhinekaan di Kabupaten Sukoharjo.
Ke-74 pelajar tersebut dikukuhkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, dalam upacara di depan Kantor Bupati Sukoharjo, Sabtu (15/8) sore.
Mereka selanjutnya akan menjalankan tugas penting pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 RI di Alun-Alun Satya Negara, Senin (17/8).
Baca Juga: Buruh Kupas Bawang di Sukoharjo Dibayar Rp 1.000-Rp 2.000 Per Kg
Kepala Badan Kesbangpol Sukoharjo Budi Santoso mengatakan, 74 anggota Paskibraka terdiri atas 49 laki-laki dan 25 perempuan. Mereka merupakan hasil seleksi ketat yang diikuti 546 pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh wilayah Sukoharjo.
Proses seleksi berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 melalui sejumlah tahapan.
Mulai seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), kesehatan, parade, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kesamaptaan, hingga seleksi kepribadian yang meliputi wawancara, minat bakat dan psikotes.
"Dari 546 pendaftar, yang terpilih 74 siswa dari 29 sekolah," kata Budi.
Baca Juga: Jumat Berkah, Salurkan Bantuan Air Bersih Ke Wilayah Kekeringan Di Sukoharjo Selatan
Yang menarik, keberagaman terlihat jelas dari komposisi Paskibraka tahun ini. Mereka datang dari latar belakang pendidikan dan lingkungan yang berbeda.
Sejumlah anggota merupakan pelajar dari pondok pesantren, termasuk empat siswa dari Pontren Imam Syuhodo.
Di sisi lain, terdapat pula pelajar keturunan Tionghoa dari SMA Kristen Kalam Kudus.
Bahkan, ada anggota Paskibraka yang berasal dari luar Pulau Jawa, salah satunya dari Bali.
Menurut Budi, keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa Paskibraka tidak dibentuk berdasarkan latar belakang kedaerahan, agama, maupun asal-usul.
Semua pelajar memiliki kesempatan yang sama selama mampu memenuhi persyaratan dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap tahapan seleksi.
"Yang perlu dipahami, Paskibraka dipilih tidak berdasarkan kedaerahan, tetapi benar-benar dipilih karena memenuhi kualifikasi," tegasnya.
Baca Juga: Gunung Gajah Mungkur Sukoharjo Membara, Titik Api Sulit Dijangkau
Bagi Budi, keberadaan para pelajar dari latar belakang yang beragam justru memperlihatkan makna Paskibraka yang sesungguhnya.
Mereka disatukan oleh satu identitas sebagai putra-putri Indonesia dan satu tugas untuk mengibarkan bendera Merah Putih.
"Ini menunjukkan kebinekaan. Berbeda latar belakang, tetapi ketika sudah menjadi Paskibraka semuanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk bangsa dan negara," ujarnya.
Selain 74 Paskibraka tingkat Kabupaten Sukoharjo, satu pelajar juga dipercaya mewakili Sukoharjo di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dia adalah Adesta Yudhistira, siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat.
Setelah penghormatan pasukan, laporan komandan upacara dan mengheningkan cipta, dua perwakilan Paskibraka maju menghadap inspektur upacara bersama pembawa Sang Saka Merah Putih.
Di hadapan bendera Merah Putih, Sapto membacakan Pengantar Pengukuhan yang dilanjutkan dengan pengucapan Ikrar Putra Indonesia.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penghormatan dan penciuman bendera sebagai simbol kecintaan serta pengabdian kepada tanah air.
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan kata-kata pengukuhan dan pemasangan kendit secara simbolis oleh Plt Bupati kepada perwakilan Paskibraka.
Upacara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, Plt Wakapolres Sukoharjo Kompol Tiswanti, serta jajaran pejabat militer, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Sukoharjo. (kwl)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo