Niat Pulang Istirahat, Kuli Bangunan Tertemper KA Batara Kresna Di Polokarto Sukoharjo

Iwan Kawul • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Evakuasi jasad kuli bangunan yang tewas tertemper KA Batara Kresna di Polokarto, Sukoharjo, Selasa (18/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Evakuasi jasad kuli bangunan yang tewas tertemper KA Batara Kresna di Polokarto, Sukoharjo, Selasa (18/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kecelakaan kembali melibatkan Kereta Api (KA) Batara Kresna. A, 40, warga Desa Bugel, Polokarto, Sukoharjo meregang nyawa usai tertemper Batara Kresna, Selasa (18/8).

Peristiwa nahas ini terjadi di perlintasan sebidang antara Desa Bugel dan Karangwuni, yang sejatinya sudah ditutup.

Korban sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan di Desa Karangwuni.

Saat kejadian, korban hendak pulang ke rumahnya untuk istirahat dan makan siang.

Baca Juga: Teknologi Tepat Guna Tingkatkan Efisiensi Produksi Tempe Sanggrahan Sukoharjo

“Korban sehari-hari berangkat kerja naik sepeda onthel. Kabar yang saya dengar, itu mau pulang ke rumah untuk istirahat,” jelas saksi mata kejadian Bagus, warga Desa Karangwuni.

Bagus menambahkan, korban pulang mengayuh sepeda dari arah selatan menuju utara sekira pukul 12.30.

Setiba di perlintasan sebidang yang sudah ditutup, diduga korban tidak mengetahui Batara Kresna melintas dan tertemper.

“Korban terjatuh ke saluran air, bersama satu roda sepeda. Korban langsung meninggal dunia,” ujar Bagus.

Saat dikonfirmasi, Manager Humas KAI Daop 6 Jogja Feni Novida Saragih membenarkan kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan, peristiwa terjadi pukul 12.35.

“KA 515 Batara Kresna relasi Wonogiri-Purwosari tertemper orang di Km 6+582, tepatnya di JPL 6 yang sudah ditutup oleh KAI. Itu di petak jalan Stasiun Sukoharjo-Stasiun Solo Kota. Seluruh awak KA dalam kondisi selamat dan aman, lalu melanjutkan perjalanan pukul 12.36. Selanjutnya penemper ditangani Polsek Polokarto,” jelas Feni.

Feni menyayangkan masih terjadinya orang tertemper KA, terutama di lokasi yang sebelumnya sudah ditutup.

KAI mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan kembali perlintasan yang telah ditutup, maupun membuka perlintasan liar baru.

Baca Juga: Kemahalan, Tarif Sewa Gedung Milik Pemerintah Di Sukoharjo Disorot

“KAI Daop 6 sangat menyayangkan kejadian ini. Diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau mematuhi rambu-rambu yang berlaku. Jangan beraktivitas di sekitar jalur KA, karena berpotensi tinggi risiko kecelakaan,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau melintasi perlintasan sebidang resmi yang dilengkapi rambu-rambu keselamatan.

“Sebelum melintas, diminta berhenti sejenak untuk memastikan jalur aman dan tidak ada KA,” bebernya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kuli bangunan polokarto tertemper sukoharjo KA Batara Kresna