ODHIV Di Sukoharjo Dapat Bansos Nutrisi, Diimbau Segera Urus Desil Terbaru Di DTSEN

Iwan Kawul • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Ilustrasi orang dengan HIV (ODHIV). (AI GENERATED)
Ilustrasi orang dengan HIV (ODHIV). (AI GENERATED)

 

RADARSOLO.COM – Keberadaan orang dengan HIV (ODHIV) mendapat perhatian serius dari Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo.

Terutama terkait pemutakhiran data kesejahteraan alias desil.

ODHIV diimbau proaktif mengurus desil, agar bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah sesuai kondisi ekonomi penerima.

Kepala Dinsos Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati mengatakan, saat ini bantuan sosial bagi ODHIV diberikan berdasarkan data desil.

Penerima bantuan diprioritaskan yang masuk desil 1-5.

Baca Juga: KPK Kembali Geledah Sukoharjo, Rumah Dinas Bupati Jadi Salah Satu Sasaran

“Sekali lagi, kami mengingatkan teman-teman ODHIV untuk melakukan pemutakhiran data desil. Terutama jika kondisi riilnya tidak seperti yang ada di sistem DTSEN,” jelas Yunia, kemarin (19/8).

Yunia menambahkan, persoalan data tersebut menjadi salah satu kendala dalam penyaluran bantuan.

Sejumlah ODHIV yang sebelumnya diusulkan menerima bantuan, akhirnya tidak dapat bansos karena terlempar dari desil 1-5.

Dalam penyaluran terbaru, bansos berupa nutrisi untuk pemenuhan kebutuhan hidup dasar diberikan kepada 118 ODHIV.

Sedangkan total pengajuan mencapai 300 ODHIV.

Selain itu, bantuan kewirausahaan diberikan kepada 13 ODHIV yang memiliki embrio atau rintisan usaha.

Bantuan bersumber dari Sentra Terpadu Prof. Dr. dr. Soeharso Kementerian Sosial Surakarta. 

“Setelah bantuan disalurkan, dinsos akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Ini untuk memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” imbuh Yunia.

Khusus bantuan kewirausahaan, monev dilakukan untuk melihat sejauh mana pengembangan usahanya.

Sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga penerima.

Baca Juga: Dinsos Sukoharjo Pusing Banjir Keluhan Desil Tiba-Tiba Naik, Peringkat Tidak Sesuai Dengan Kondisi Ekonomi

Selain bantuan nutrisi dan kewirausahaan, masih ada peluang bansos lain yang dapat diakses ODHIV. Di antaranya bantuan pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha.

“Karena itulah pemutakhiran data penting dilakukan,” hematnya.

Yunia berharap ODHIV yang kondisi ekonominya sudah berubah atau tidak sesuai data dalam sistem, segera melakukan pembaruan. Dengan data yang lebih akurat, peluang memperoleh program bantuan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima juga semakin terbuka.

“Kalau kondisi riilnya tidak seperti yang ada di sistem, kami mendorong agar datanya dimutakhirkan,” bebernya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
odhiv bansos nutrisi Desil DTSEN sukoharjo