Unsur TNI-Polri dan BPBD Gotong Royong Padamkan Kebakaran Lahan di Watubonang Sukoharjo

Iwan Kawul • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Kebakaran lahan kosong di dekat permukiman warga Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Rabu (19/8). (Dok. BPBD Sukoharjo)
Kebakaran lahan kosong di dekat permukiman warga Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Rabu (19/8). (Dok. BPBD Sukoharjo)

RADARSOLO.COM – Sinergi antara unsur TNI-Polri dan relawan, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo berhasil mempercepat penanganan kebakaran lahan kosong di dekat permukiman warga Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Rabu (19/8).

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi.

“Begitu ada laporan, anggota langsung bergerak. Di lapangan ada sinergi antara BPBD, TNI khususnya Yonif TP/449 Sukoharjo, relawan Tawangsari, dan unsur kecamatan,” kata Ariyanto.

Upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB.

Baca Juga: ODHIV Di Sukoharjo Dapat Bansos Nutrisi, Diimbau Segera Urus Desil Terbaru Di DTSEN

Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Ariyanto menegaskan, keterlibatan personel TNI dari Yonif TP/449 Sukoharjo menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran lahan tersebut.

Kolaborasi lintas unsur diperlukan mengingat lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga.

“Kerja sama seperti ini sangat penting. TNI-Polri, BPBD, relawan, dan pemerintah kecamatan bersama-sama melakukan penanganan sehingga api bisa segera dipadamkan dan tidak meluas ke permukiman,” ujarnya.

Setelah api padam, petugas memastikan kondisi di lokasi aman dan terkendali.

Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Ariyanto juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau.

Api dari pembakaran sampah maupun aktivitas lain di lahan kosong dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lingkungan kering.

“Yang paling penting adalah kewaspadaan masyarakat. Jangan melakukan pembakaran sembarangan karena kondisi lahan yang kering membuat api mudah merambat,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
watubonang kebakaran hutan dan lahan karhutla sukoharjo